Seperti biasa, pagi hari aku buka mailbox. Aku punya paling tidak tiga mailbox utama.
Satu untuk office, biasanya urusan pekerjaan ada di sana, terutama "instruksi boss-boss" ada di sana. Meskipun semua boss ku sehat walafiat kaki, tangan dan mulut (hidup seatap denganku, bisa jalan, bisa omong dan bisa puter telpon), tapi rupanya banyak yang lebih suka instruksi lewat email. ... e, sorry deh.
Kedua untuk office dari luar, biasanya kalau ada relasi dengan pihak luar seperti urusan internet, software atau belanja online dan newsletter ... termasuk newsletter Arcamax yang kirim komik Garfield tiap pagi.
Ketiga, yang setengah pribadi. Hampir semua mail pribadi nyampernya ke sini. Aku agak nyesel pakai kotak ini untuk masuk salah satu mailling list yang isinya suka ngalor-ngidul.
Nah, pagi ini ku lihat ada 6 new emails. Ndak terlalu semangat deh, paling tidak daftar dari mailing list yang isinya gitu-gitu aja. Bener juga, 5 email langsung masuk kotak sampah. Satu email dari teman lama, tidak terlalu exciting, kulihat ada kode FW:.... .
Biasa deh, temen yang satu ini suka forward sampah. Kali ini kubuka sampah itu, isinya seperti biasa, "email berantai"... doa indah .... plus .. janji miracle.
Aku ingat ketika aku masih pelajar dulu, sering ada "surat berantai", sampai-sampai pastor khotbah di gereja agar umatnya menyetop praktek itu.
Dengan surat berantai memang kita mesti bayar perangko, tapi email kan gratis, apalagi kalau numpang di kantor (kayak aku gini). Itung-itung siapa tahu dapat mujijat beneran.... kan lumayan???? Dan kalau ndak kirim trus apes ... wah, celaka!!
Mengikuti ajaran Kitab Suci, aku ndak mau mengadili. Entah apa motivasinya. Aku cuman mau tulis di sini bahwa aku ndak pernah nerusin email kayak begituan. Alasannya, agak hemat dikit, hemat waktu (meski cuman klik 10 atau 20 nama di contact list) dan hemat bandwith (meski email tidak terlalu berat). Dan aku mau bicara di sini bahwa meski aku tukang putus rantai email begituan, aku ya baik-baik aja, ndak ada apes, bahkan mujijat masih terjadi tiap hari tiap saat.
Oya, suatu saat aku terima email berantai berisi "issue" bahwa Bill Gates akan kirim uang sekian ribu dollar untuk yang meneruskan email tersebut, dengan alasan .... dst.... dst.... kayak biasanyalah. Aku udah beberapa kali terima email serupa itu. Karena jengkel, (dan agak kurang kerjaan, hehehehe), aku daftar sekian puluh nama/email address yang pernah mem-forward email itu..... trus kubuat email kepada mereka, (aku kenal beberapa dari antara mereka, semuanya paling tidak lulusan S1 universitas berwibawa di tanah air, plus punya kedudukan dan karier baik) kutulis gini:
"Tolong beritahu saya kalau ada di antara kalian yang terima uang dari Bill Gates... mungkin saya akan mengikuti jejakmu ngirim email ini, atau mungkin saya akan kirim duit tambahan buatmu"
Mau tahu apa respon dari mereka?
Ternyata hanya satu yang menjawab, pendek: "E, lu siapa? Ngomong soal apa?"
Ya......... pagi ini aku ngomong soal apa ya????
Monday, June 30, 2008
Sunday, June 29, 2008
INSPIRAZIONE OF WONG CILIK
Banyak inspirasi besar keluar dari wong cilik. Paling tidak, ketika orang menjadi "kecil".
Saya kenal seorang penggubah lagu yang mendapat inspirasi besar ketika dia ada di alam luas, di mana dia menjadi "kecil". Contoh lain, seorang pemimpin bilang, dia mendapat inspirasi selalu ketika ada di ... maaf, kamar "kecil"..... tempat di mana orang besar dan orang kecil sederajat.
Karya besar juga berangkat dari si cilik. Ketika Maria mengunjungi Elisabeth, si cilik Yohanes berjingkrak ria di rahim ibunya. Inspirasi dari si cilik ini yang membuahkan magnificat, kidung pujian yang tidak pernah out of date itu.
Dari kesadaran inilah, muncul blog ini, sekedar sharing dari si wong cilik.
Kalau mau tahu, nama blog ini "Inspirazione of wong cilik" singkatannya "indaci" (inspirazione da wong cilik). Ini memang bahasa campur aduk, Italia - Inggris plus Jawa. Karena penulisnya wong Jowo yang hidup sementara di Italia dan bahasa hariannya kebanyakan Inggris.
Jadi blog ini menerima segala bahasa asal di dunia ini ada yang mengerti. Grammar dan tata bahasa itu nomer ke sekian, lebih penting inspirasi dan motivasi. So, matur nuwun atas intipan anda di blog ini.
Saya kenal seorang penggubah lagu yang mendapat inspirasi besar ketika dia ada di alam luas, di mana dia menjadi "kecil". Contoh lain, seorang pemimpin bilang, dia mendapat inspirasi selalu ketika ada di ... maaf, kamar "kecil"..... tempat di mana orang besar dan orang kecil sederajat.
Karya besar juga berangkat dari si cilik. Ketika Maria mengunjungi Elisabeth, si cilik Yohanes berjingkrak ria di rahim ibunya. Inspirasi dari si cilik ini yang membuahkan magnificat, kidung pujian yang tidak pernah out of date itu.
Dari kesadaran inilah, muncul blog ini, sekedar sharing dari si wong cilik.
Kalau mau tahu, nama blog ini "Inspirazione of wong cilik" singkatannya "indaci" (inspirazione da wong cilik). Ini memang bahasa campur aduk, Italia - Inggris plus Jawa. Karena penulisnya wong Jowo yang hidup sementara di Italia dan bahasa hariannya kebanyakan Inggris.
Jadi blog ini menerima segala bahasa asal di dunia ini ada yang mengerti. Grammar dan tata bahasa itu nomer ke sekian, lebih penting inspirasi dan motivasi. So, matur nuwun atas intipan anda di blog ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)