Definisi ini saya ambil dari www.opensource.org :
Open source is a development method for software that harnesses the power of distributed peer review and transparency of process. The promise of open source is better quality, higher reliability, more flexibility, lower cost, and an end to predatory vendor lock-in.
Open source menjanjikan kualitas, fleksibilitas, reliabilitas dan harga murah. Kenapa? Karena Open Source mengandung "nilai kasih dan kebenaran" yakni "syering dalam kesetaraan" (sharing in equality). Open source program disajikan terbuka - siapa saja bisa mendapat source codenya dan boleh mengembangkannya, dengan syarat hasil pengembangannya harus disyeringkan dengan gratis juga. Maka bisa dibayangkan betapa cepatnya open source program berkembang.
Untuk ber-migrasi dari paid software (perangkat lunak berbayar) ke arah free/ open source software (perangkat lunak sumber terbuka) memang tidak gampang. Contohnya, untuk menggunakan Open Office sebagai pengganti Microsoft (MS) Office, tidak gampang. Sulitnya bukan dalam hal teknis, tapi dalam hal "tekad dan hati". Tentu saja Open Office tidak sama dengan MS Office, tapi hampir semua features di MS Office tersedia di Open Office. Bahkan ada beberapa features Open Office yang tidak ada di MS Office, seperti "save as PDF" atau "print as booklet".
Lalu, apa yang membuat sulit? Menurut saya, kecemasan tanpa alasan dan ketidak-sanggupan /ketidak-mauan untuk belajar hal baru. Kemapanan akan apa yang ada, atau istilah kerennya "status quo" adalah kemewahan. Saya senang beberapa institusi besar yang diasuh religius sudah beralih ke open source dan cukup banyak kaum religius yang "menolak" software bajakan di komputernya. Bagaimana dengan anda?

