Tuesday, December 28, 2010

It's Snow!



Bulan Desember, menjelang Natal, salju turun untuk kedua kalinya di tahun ini, namun pertama kalinya di musim ini. Bulan Febuari yl, salju turun pertama-kalinya setelah lebih dari 10 tahun tidak datang. Saya cukup senang bisa mendapat salju lagi, tapi tidak demikian dengan kebanyakan orang. Berbeda dengan saat salju turun bulan Febuari yl, kali ini tidak banyak yang keluar untuk main dan menikmati salju. Sepertinya tidak ada antusiasme....

Buat kota Roma, salju memang merepotkan, karena penduduk dan perlengkapannya (mobil dsb) tidak siap menghadapi salju. Akibatnya, banyak kecelakaan. Banyak pula yang tidak bisa mengendalikan mobilnya lalu meninggalkan begitu saja mobilnya di jalan-jalan.

Yang menarik buat refleksi saya, saat salju turun pertama-kali setelah lama tak turun, orang begitu antusias dan suka-cita menikmatinya. Seakan tak terasa dinginnya, banyak yang keluar untuk main salju. Suara orang-orang yang mengeluh tidak terdengar. Sedangkan kali ini, orang yang sama yang waktu pertama kali begitu antusias dan suka-cita, sekarang hanya mengintip di jendela sambil mengeluh "dingin..., dsb". Orang lain mengeluh "... kasihan mereka yang di perjalanan dsb... dsb... ".....

Kejutan yang menyenangkan memang seringkali menyebabkan kita "over exciting" dan bahkan lupa pada orang lain. Sedangkan kalau sudah menjadi rutin, kita bahkan lupa bahwa di sana ada nilainya ... syukur-syukur kalau ndak masih mengeluhkannya.

Maka, di penghujung tahun ini, saya ingin mensyukuri semua yang telah saya terima, segala keberhasilan dan kegagalan, segala yang baik dan yang kelihatannya tidak baik. God is good.

Monday, December 6, 2010

Mak nyusss,...

 
Posted by Picasa

Saya mendapat artikel ini dari mailing list tetangga, isinya menarik untuk direfleksikan meski agak panjang, maka saya ingin syerkan di sini:

Siang saat saya minum es di sebuah warung
ada seorang pengamen mendekat
Pengamen itu sedang bernyanyi di meja sebelah
dan pasti segera berpindah ke meja saya

Jarang saya memberi uang kepada pengamen
Tapi kali ini saya "sedang berbaik hati"
Begitu dia mendekat langsung saya berikan uang
dengan harapan dia segera berlalu

Mungkin saya keterlaluan
pengamen baru mulai menyanyi sudah saya "usir" dengan uang
Tapi di luar dugaan saya
setelah menerima uang dan berterima kasih
pengamen tadi melanjutkan nyanyiannya

Biasanya pengamen begitu mendapat uang
langsung berterima kasih pergi
Tapi siang ini saya menemui pengamen yang unik
dia terus bernyanyi dengan suara yang merdu
gitarnya juga tidak asal genjreng
lagu dimainkan sampai selesai

Pengamen itu benar-benar menjalankan fungsinya
sebagai entertainer
bukan sebagai pengemis

Sampai teringat guru kesenian saya waktu SMP
yang terkadang menyamar sebagai pengamen
untuk memuaskan "dahaga seni" nya

Setelah lagu selesai pengamen tadi beralih ke meja lain
Memang pengamen yang unik
Di meja lain meskipun dia tidak mendapat uang
dia tetap bernyanyi sampai selesai
Di wajahnya tidak terlihat rasa kesal karena tidak diberi uang

Selepas dari warung es itu
Satu kata terngiang-ngiang terus di kepala saya
DEDIKASI
DEDIKASI
DEDIKASI

Saya teringat kisah Daud
saat dia belum menjadi seorang raja besar
Saat dia masih jadi gembala kambing dan domba
Dia tidak lari
ketika gembalaannya terancam oleh beruang dan singa

Daud menunjukkan dedikasinya sebagai gembala
dengan mempertaruhkan nyawa untuk kambing dan dombanya
Banyakkah kambing dan domba yang digembalakannya?
Alkitab mengatakan hanya dua tiga ekor saja!

Tapi saat beruang atau singa menerkam dombanya
Dengan berani dia mengejar, menghajar dan melepaskan domba itu dari pemangsanya
Domba yang lemah diterkam singa dan dibawa kabur
Bagaimana keadaan domba itu saat dibebaskan oleh Daud?
Apakah masih segar bugar?

Bisa saya bayangkan bahwa domba itu pasti sudah luka dan cacat
Tapi Daud tetap melakukan tugasnya sebagai gembala
dengan penuh dedikasi
Meskipun seharusnya dia tidak akan dipersalahkan
saat satu dombanya mati diterkam singa
dan dia lari untuk menyelamatkan diri

Itulah DEDIKASI!

Kita lihat bahwa Tuhan memakai Daud
seorang yang berdedikasi tinggi
secara luar biasa

Apapun yang kita kerjakan
Sekecil apapun peran kita
dalam pelayanan
maupun dalam pekerjaan
Mari kita lakukan itu dengan penuh dedikasi
seolah-olah untuk Tuhan

Anda melayani sebagai penerima tamu?
Anda melayani sebagai pendoa?
Anda bertugas menyiapkan OHP?
Anda bertugas menyiapkan karpet?
Anda bertugas mengangkat sound sistem?
Lakukan semuanya itu seolah-olah untuk Tuhan!

Dengan spirit yang sama
seperti saat Steve Jobs menyiapkan presentasi
seperti saat Obama membacakan pidato kemenangannya
seperti saat Frank Lampard menyiapkan tendangan bebas terbaiknya
seperti saat Jorge Lorenzo mengejar gelar juara dunia pertamanya
seperti saat Sebastian Vettel tetap berjuang meraih posisi pertama
walaupun posisi pertama tidak berarti dia juara
seperti saat Frodo berjuang mendaki Orodruin
seperti saat Rocky Balboa berjuang di ronde terakhir melawan Apollo Creed

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Efesus 3:23)