Tuesday, November 19, 2013
Batu hitam kuat mengkilat dan indah
Batu-batu hitam,
kuat - mengkilat - dan indah.....
berjuta tapak dan jejak
lewat dengan debu dan lumpur,
dari kaki pengemis hingga sepatu bangsawan,
dari roda kereta kuda hingga bus dan sedan,
telah menapak dan menjejak,
batu-batu hitam itu,
bisa kusam namun tak retak,
legamnya tak berubah,
bahkan...
makin kuat saja,
makin licin mengkilat,
oleh guyuran hujan,
permukaannya makin indah,
berkilau oleh cahaya mentari
Tuhanku,
semoga hatiku menyerupai batu-batu itu,
kubiarkan tapak dan jejak itu melewatinya,
meski debu dan lumpur ikut nimbrung,
karna kutahu,
pada saatnya
hujan rahmatMu kan datang,
hatikupun makin kuat, mengkilat dan indah,
berkilau,
memantulkan kasih karuniaMu.
malam nan hening bersama Dia,
Batu, 19 November 2013
Wednesday, June 5, 2013
MOVE ON
Refleksi ini saya buat dalam rangka HUT RKZ Surabaya ke 88 :
Pernahkah anda mendengar tebak-terka guyonan seperti ini : “Hijau bundar kecil cepat larinya. Apakah itu? Jawabnya, klepon nempel di pesawat terbang”.
Demikianlah, konon, di jaman kerajaan Alengka, klepon hijau menjadi pujaan manusia dan makanan kerajaan, karenanya biasa ditempatkan di piring perak dan diantar dengan kereta kerajaan. Waktu pun bergulir, jaman berganti; kereta kuda kebesaran berganti kereta besi bermesin. Sebutir klepon hijau duduk melongo melihat kecepatan kereta besi itu dan terbelalak menatap burung besar dari besi yang melesat di udara. Melayang-layanglah pikirannya dan si bundar hijau itupun melompat dan melekatkan dirinya pada sang burung besi perkasa – yang kemudian lari cepat, cepat sekali dan terbang tinggi. Wowww, si klepon terkagum-kagum menoleh ke bawah dengan bangganya ….. “akulah, si hijau bundar kecil yang cepat larinya”.
Subscribe to:
Posts (Atom)

