Wednesday, October 14, 2009

Listrik mati


Dua hari yang lalu, pagi-pagi buta, untuk pertama-kalinya sejak saya tinggal di sini, di Italia, terjadi listrik padam.
Seorang saudara membangunkan saya, karena saya bertanggung-jawab atas server kami yang berjalan 24 jam. Saya segera turun ke bawah, dan memang, semuanya sudah mati total. Menurut teori, UPS kami hanya bisa bertahan selama tigapuluh menit.

Beberapa yang sudah bangun mengatakan bahwa itu dari pusat, karena tetangga juga ada yang gelap gulita. Sulit untuk dipercaya, bahwa di sini ada listrik padam. Jelasnya, saya mulanya tidak percaya. Saya turun ke panel pusat dan memang tidak ada "handel" yang "down".

Dalam ketidak-percayaan, saya harus menerima realita. Saya berharap bahwa ini benar-benar dari pusat, bukan kerusakan pada panel. Kerusakan pada panel akan berakibat lebih fatal, karena teknisi tidak bisa diharapkan langsung datang. Tetapi jika dari pusat, hampir tak mungkin berkepanjangan, karena pasti penduduk akan marah.

Demikianlah, sayapun masuk kamar mandi dengan lilin dan mandi dengan air dingin.Ketika keluar, lampu sudah menyala terang benderang. Rupanya memang benar listrik padam dari pusatnya. Sepertinya akibat angin puyuh malam kemarin.

Sekitar jam 10, ketika saya sedang asyik-asyiknya bekerja, tiba-tiba listrik padam lagi, hanya sekejap - hitungan detik. Komputer yang saya pakai memang mati karena tanpa UPS, tetapi saya tenang saja yakin bahwa server tak terpengaruh. Saya terkejut ketika ternyata server utama mati. Rupanya baterei UPS tidak berfungsi, maklum cukup tua.

Sayapun ingat akan kapal "Titanic" yang canggih. Yang canggihpun bisa gagal. Lagipula, sehebat-hebatnya manusia, alam lebih hebat. .........

Friday, October 2, 2009

Gempa .....

Gempa kuat dua hari lalu meluluh-lantakkan bumi Padang, menyusuli berita banjir besar di Filipina yang menyengsarakan ribuan orang.

Salah satu teman mengirimkan beberapa foto situasi pasca gempa. Ada bangunan tinggi yang masih terlihat tegak, ada bangunan yang setengah tinggi hancur rata dengan tanah. Gambar di samping ini malah menunjukkan tiga situasi berbeda. Satu sebelah kiri nampak hancur hampir rata tanah, di belakangnya agak miring dan di sebelah kanan masih cukup tegak. Hal umum yang terjadi, bagian "tambahan" dan "hiasan" biasanya hancur terlebih dahulu.

Saya teringat pada parabola yang diungkapkan Yesus di Kitab Suci, tentang dua bangunan yang didirikan di atas dasar yang berbeda. Kalau tanah berguncang, maka sebuah bangunan diuji kekuatannya. Pertama, tentu saja fondasi, kemudian tiang-tiangnya.

Demikianlah hidup kita. Kalau bumi kehidupan berguncang, diri kitapun diuji. Yang terpenting tentu saja fondasi dan tiang-tiangnya. Seperti biasa, memang segala "tambahan" dan "hiasan" akan hancur berantakan terlebih dahulu. Keaslian diri kita muncul pada saat menghadapi guncangan. Yang nampak ramah dan manis bisa mendelik dan banting pintu....

Rontokan dari bangunan yang rusak bisa merusakkan barang di sekitarnya, demikianpun jika "tambahan" dan "hiasan" seseorang mulai rontok bisa mengganggu sekitarnya...

Refleksi saya soal bangunan ini berjalan terusssssss.........