Kita sering memberi salam "Damai Kristus". Saat itu ingatkah kita bahwa Yesus pernah bersabda: "Apakah kaukira Aku datang untuk membawa damai ... ?"
Nah, bagaimana kita mengartikan istilah "damai" itu.
Damai Kristus bukanlah tanpa kesulitan, konflik, penderitaan dan tantangan. Yesus tidak pernah menjanjikan suatu komunitas kudus tanpa konflik. Kita harus turun mendunia - realistis. Hidup adalah subuah proses, suatu konversi. Kita masing-masing mempunyai latar belakang yang khas, berbeda satu sama lain. Damai Kristiani tidak menghindari konflik, kesulitan dan penderitaan. Jaminan Ilahi adalah bahwa Kasih akan perlahan-lahan memenangkan Setan/kejahatan; suatu bentuk konversi. Dan setan ada didalam diri kita. Jadi pertempuran itu ada di dalam diri kita.
Seluruh hidup Yesus adalah suatu konflik. Semua murid Yesus yang autentik harus mengambil bagian dalam konflikNya. Lk.4:1-13 adalah konflik terang melawan kegelapan. Konflik Yesus adalah pola dari setiap orang Kristiani. Jadi jika kita menghadapi krisis/ kesulitan, kita harus mengingat kisah Yesus. Jika kita mengenang Yesus, kita tidak boleh memotong bagian-bagian tertentu. Mereka yang merayakan suka-cita "kebangkitan" tanpa "Passion" kematian Yesus, akan mengalami "degenerasi iman".
Yesus dibimbing Roh ke gurun. Roh "menguji" apakah Dia siap untuk misiNya. -
Seluruh hidup Yesus dibimbing oleh Roh. Yesus tidak menolak si Jahat, melainkan benar-benar dicobai. Karena Ia pernah dicobai maka Ia dapat menolong orang yang sedang dalam cobaan. Inilah inkarnasi.
Ada tiga cobaan, namun ada satu cobaan yang terus-menerus yakni untuk "jatuh dalam garis harapan/ pemikiran orang lain"
Dalam hidup religius kita sering mempunyai "hidup nyaman" dalam struktur sebagaimana diharapkan orang lain.
Jika Yesus mengikuti apa yang dipikirkan orang, Dia akan menyesuaikan diriNya dengan lingkunganNya, maka Dia tidak akan mengalami masalah, namun yang diproklamasikanNya adalah Kerajaan Setan.
"If you are Son of God" ..... jika Engkau adalah Anak Allah .... kata-kata ini menimbulkan kebingungan dalam pikiran manusia Yesus. Kitapun sering dibingungkan oleh godaan-godaan dalam diri kita. Saat itu, kita harus "berdiri tegak". Kardinal Newman berkata, "Ribuan kesulitan janganlah membuat seseorang ragu"
Godaan-godaan yang pernah dialami Yesus adalah yang sama yang dialami setiap manusia:
- Roti adalah kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar ini bisa dalam berbagai bentuk, misalnya hormat diri, kesuksesan dll. Kebutuhan dasar ini adalah titik yang sangat lemah untuk diserang. Tanggapan Yesus sangat penting. Sekarang, cobalah temukan "roti"-mu dan temukan jawabanmu.
- Pilihan di hadapan Yesus adalah Kerajaan Allah ataukah Kerajaan Setan. Ini juga pilihan yang ada di hadapan kita. Jika kita mengganti "Allah" dengan hal-hal yang baka, maka ini merupakan "perzinahan". Siapakah Tuhan kita?
- Kita menjadi religius untuk tujuan baik. Bagaimana mempertahankan inspirasi ini, untuk setia pada misi awal kita. Apakah artinya bagi kita: "Janganlah mencobai Tuhan Allahmu"?






