Posting saya yang terakhir tertanggal 31 Mei, berarti sudah lebih dari tiga minggu saya tidak menulis apapun di blog ini. Belakangan ini memang saya cukup sibuk. Tetapi tentu saja hal itu tak dapat saya jadikan alasan untuk idle begitu lama. Pada kenyataannya, ada banyak cerita yang bisa saya tuangkan di media ini. Jadi, apa toh alasannya? Alasan tidak ada, yang ada "penyebab". Penyebabnya ya ... kurangnya usaha dan upaya.Bebek di gambar ini menjulurkan kepalanya melintas pagar, untuk mendapat sesuatu yang "beyond" arealnya. Rasanya, dia tidak akan mati seandainya dia hanya mencari apa-apa yang ada di dalam pagar. Sebagaimana, saya juga tidak mati kalau saya tidak menulis blog ini. Mungkin blognya yang mati. Para pengunjung internet juga tidak akan mati. Lalu untuk apa "ngoyo-ngoyo" lintas pagar?
Urusan lintas pagar, kebetulan saya punya guru lain ..... sekuntum bunga lintas pagar.
Saya suka akan gambar ini. Seakan si bunga mau menyapa para pejalan dengan keindahannya, tentu saja dengan demikian memuliakan penciptanya.Menurut ilmu tumbuh-tumbuhan, tanaman bertumbuh ke arah sinar mentari - untuk mendapatkan sinar yang memberinya hidup. Si bunga mengikuti pemberi hidupnya, tidak peduli akan pagar yang dicipta oleh manusia pemilik kebun yang hanya berusaha melindungi apa yang dianggap miliknya. Dengan melintas pagar, si bunga menghadapi resiko juga. Pemilik kebun bisa memotongnya karena menganggap "tidak disiplin" dan "tidak rapi".
Nah, setelah kita mendapat contoh dari hewan dan tanaman, mari kita lihat satu foto saya ini. Kali ini dari sesama species saya, yakni manusia yang mengaku ciptaan paling mulia....
Mungkin gambar tidak terlalu jelas, karena njepretnya saya harus curi-curi ....
Foto ini saya ambil pada salah satu basar sekolah dasar.
Untuk mengatur pengunjung dan acara, dibuat batasan-batasan dengan bentangan tali. Dan saya beruntung sempat menjepret salah satu pelintas batas. Para pelompat tali ini tidak punya alasan .... hanya punya penyebab .... mengapa mereka lintas batas. Saya rasa para pembaca tahu penyebabnya, tidak perlu saya jelaskan.Akhirnya, saya kembali pada situasi awal artikel dan refleksi ini, yakni soal usaha dan upaya. Perlunya usaha dan upaya untuk lintas batas keterbatasan-keterbatasan kita ataupun situasi kita ......
No comments:
Post a Comment