Gempa kuat dua hari lalu meluluh-lantakkan bumi Padang, menyusuli berita banjir besar di Filipina yang menyengsarakan ribuan orang.Salah satu teman mengirimkan beberapa foto situasi pasca gempa. Ada bangunan tinggi yang masih terlihat tegak, ada bangunan yang setengah tinggi hancur rata dengan tanah. Gambar di samping ini malah menunjukkan tiga situasi berbeda. Satu sebelah kiri nampak hancur hampir rata tanah, di belakangnya agak miring dan di sebelah kanan masih cukup tegak. Hal umum yang terjadi, bagian "tambahan" dan "hiasan" biasanya hancur terlebih dahulu.
Saya teringat pada parabola yang diungkapkan Yesus di Kitab Suci, tentang dua bangunan yang didirikan di atas dasar yang berbeda. Kalau tanah berguncang, maka sebuah bangunan diuji kekuatannya. Pertama, tentu saja fondasi, kemudian tiang-tiangnya.
Demikianlah hidup kita. Kalau bumi kehidupan berguncang, diri kitapun diuji. Yang terpenting tentu saja fondasi dan tiang-tiangnya. Seperti biasa, memang segala "tambahan" dan "hiasan" akan hancur berantakan terlebih dahulu. Keaslian diri kita muncul pada saat menghadapi guncangan. Yang nampak ramah dan manis bisa mendelik dan banting pintu....
Rontokan dari bangunan yang rusak bisa merusakkan barang di sekitarnya, demikianpun jika "tambahan" dan "hiasan" seseorang mulai rontok bisa mengganggu sekitarnya...
Refleksi saya soal bangunan ini berjalan terusssssss.........
No comments:
Post a Comment