Monday, January 24, 2011
Of Gods and men.
Judul di atas adalah judul film yang kami tonton semalam. Dua jam durasi tidak terasa membosankan karena nilai-nilai yang ditawarkan demikian padatnya.
Singkat ceritera, film menggambarkan satu komunitas biarawan yang ada di satu dusun. Mereka hidup rukun berdampingan dalam suasana persaudaraan, meskipun ada perbedaan agama. Sampai suatu saat, terjadi konflik antara satu kelompok fundamentalis yang disebut "terrorist" dengan pihak pemerintah yang dikatakan "corrupt". Seperti biasa, dua gajah bertempur, si kecil terjepit di tengah. Para penduduk termasuk para biarawan menjadi korban, opresi dari kedua pihak yang bersengketa.
Para biarawan menunjukkan posisi bebas mereka yang berpihak pada orang kecil, sebagai konsekwensi hidup sebagai saudara dengan para penduduk. Mereka menolak perlindungan pihak tentara, dan melalui proses discernment yang cukup mereka juga menolak untuk meninggalkan dusun itu. Ketergantungan mereka hanya pada Allah, sungguh mengagumkan, sangat manusiawi - dilengkapi dengan pergulatannya.
Film ini juga menguatkan keyakinan saya, bahwa pada dasarnya manusia dikaruniai "hati manusiawi", apapun agamanya. (termasuk orang-orang yang disebut terrorist itu) Kalau ada yang melakukan kekerasan, itu adalah faktor individu tertentu, bisa jadi mereka berkelompok dan menjadi kelompok tertentu; pada kenyataannya ada banyak alasan mengapa orang bergabung dalam suatu kelompok.
Dalam kesederhanaan kita bisa melihat indahnya manusia-manusia ciptaan Allah, hidup berdampingan dalam keaneka-ragaman; terpenting adalah kesederhanaan hati. Maka musuh kita bersama adalah apa-apa yang melawan kesederhanaan itu ... selamat berefleksi sendiri untuk melanjutkan.
Tentang film ini, anda bisa berkunjung ke situs-situs berikut:
http://mubi.com/notebook/posts/1875
http://entertainment.timesonline.co.uk/tol/arts_and_entertainment/film/cannes/article7129834.ece
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment