Dua hari yang lalu, ibu dari seorang saudari meninggal dunia. Dalam situasi seperti itu, kami selalu memasang foto yang meninggal di kapel dan menyalakan satu lilin. Maka, pemimpin rumah meminta kepada saudari tersebut foto ibunya. Saudari itu hanya mempunyai satu foto ukuran kecil yang sudah buram.
Tahu bahwa saya biasa mengerjakan foto dengan Photoshop, maka pemimpin rumah datang kepada saya.
Kecewa dan kelihatan ragu karena kondisi foto yang ada demikian kecil, buram dan dalam pose bersama orang lain, dia meminta saya membuat satu foto ukuran A4 dilengkapi dengan banyak "pengarahan". Dia bilang, "kamu harus tutup ini" -dia bawa kertas potongan untuk menutup bagian yang tidak diinginkan dan mendemontrasikan bagaimana harus ditutup. Masih lagi dia membuat pengarahan, "buat ukuran sekian, nanti saya buat kertas berwarna untuk latar belakang dan pinggiran, ....harus kaubuat begini - begitu dsb. dsb"
Dalam hati saya heran, orang ini tahu persis saya cukup ahli dan tahu bagaimana membuat foto jadi indah dengan memakai Photoshop - karena saya sering membuat itu; tapi dia berusaha mengajari saya dengan metode-metode "tradisional". Tapi saya diam saja.
Demikianlah, saya kerjakan dengan cara saya, foto saya perbesar dan "sentuh" dengan Photoshop untuk memperbaiki kualitas gambar, saya ambil "foto almarhum" lalu saya buat latar belakang matahari terbenam dengan keindahan langitnya. Saya potong persis frame, lalu saya pasang di frame dan saya serahkan.
Pemimpin rumah nampak surprise akan hasil itu, begitu senang dan terkagum-kagum. Dia lupa bahwa saya sama-sekali tidak "mematuhi" permintaan/ pesannya semula. Maka saya bilang kepadanya: "Kau tahu, itu keahlian saya; Saya heran jika kau tidak mempercayakan urusan itu sepenuhnya kepada saya". Lupa pada segala instruksinya, dia menjawab, "ya,ya aku tahu, makanya tadi aku langsung datang padamu"
Di sini saya tidak bermaksud memamerkan keahlian saya, tapi saya teringat pada bagaimana saya sering datang kepada Allah dengan cara seperti itu - membawa segerobak instruksi, seakan-akan Allah tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Maka saya bayangkan Allah tersenyum mendengar doa saya "anakku, kamu tidak tahu apa yang kamu minta, Aku bisa membuat jauh lebih dari yang ada dalam kepalamu"
Di tahun baru ini, kuingin belajar untuk lebih mempercayakan segalanya kepada Dia dan membiarkanNya bekerja "lebih daripada yang kutahu".
HAPPY NEW YEAR AND LET HIM DO BEYOND WHAT WE CAN ASK!
Di tahun baru ini, kuingin belajar untuk lebih mempercayakan segalanya kepada Dia dan membiarkanNya bekerja "lebih daripada yang kutahu".
HAPPY NEW YEAR AND LET HIM DO BEYOND WHAT WE CAN ASK!
No comments:
Post a Comment