Thursday, January 15, 2009

Que sera, sera

Cukup lama tidak menulis di blog ini, bukan karena tidak ada peristiwa menarik ataupun tidak sempat berefleksi. Tapi banyak masalah yang saya sungguh tidak mengerti.

Satu contoh adalah "pertengkaran" saya dengan pemimpin rumah. Ceriteranya begini, saya membantu mendesign dan mengelola website tarekat kami dari sebuah negara lain. Karena itu, saya dan saudari yang bertugas di bidang itu sudah lama mencari kesempatan untuk bertemu. Kadang-kadang saudari itu harus datang di Roma untuk tugasnya yang lain. Tahun lalu, rencana kami gagal karena ibu saudari itu meninggal persis pada waktu yang telah kami sepakati. Dan tahun ini, ia datang selama seminggu untuk rapat dengan tarekat lain, karenanya ia tidak tinggal di rumah kami. Kebetulan, tanggal 15 Januari adalah pesta tarekat kami. Entah karena alasan itu atau bukan, ia menghubungi saya untuk bisa datang di tanggal itu. Tentu saja dengan senang hati saya meng-iya-kan, bahkan mengundang untuk hadir di pesta "cukup besar" yang kebetulan diselenggarakan di rumah kami sore harinya. Sepertinya semua hal berjalan normal sampai di sana, dan saya dengan polosnya menyampaikan hal itu kepada pemimpin rumah. Sungguh suatu kejutan seperti petir di siang bolong, ketika pemimpin rumah menyatakan keberatan!!!!!! Saya tidak menyerah begitu saja, bahkan saya jadi marah ketika dia memaksakan itu. "Lucu!", saya bilang, "dia saudari kita, mestinya kita senang dia ada di tengah-tengah kita saat pesta". Ketika saya mendesak alasannya, pemimpin rumah menyatakan bahwa "kita sibuk, tidak ada waktu untuk entertaint". ....... Saya heran, hampir tidak percaya. Seharian saya termangu mencoba menebak apa alasan sebenarnya. Yang jelas, saya tidak punya hati untuk membatalkan "undangan" saya. Apa yang harus saya katakan? Saya tidak punya kepentingan apa-apa. Pertemuan kami untuk kepentingan tarekat, khususnya di negara lain itu. Tetapi berkata tidak hanya menuruti pemimpin rumah yang bahkan alasannya tidak jelas itu, jelas-jelas bertentangan dengan hati nurani. Wong dia cuma mau datang setengah hari saja. Apa toh sebenarnya alasannya????????? Apakah pemimpin tersinggung karena saudari itu tidak mengkontak dia dahulu? Atau karena saya hanya "wong cilik" yang tidak punya hak untuk "mengundang" bahkan sesama saudari setarekat ? (menurut beberapa saudari lain, gejala ini memang ada pada pemimpin kami)

Demikianlah, beberapa hari telah berlalu. Hari ini, kalau tidak ada halangan, saudari kami itu akan datang, karena "kengototan" saya. "Pertengkaran" di atas membuat pemimpin rumah marah pada saya dan mempengaruhi sikapnya pada banyak hal lain terhadap saya - melahirkan "pertengkaran-pertengkaran" lain, yang memperbanyak "ketidak-mengertian" saya. Kelihatannya dia mengira saudari saya itu adalah sahabat dekat saya, padahal kami belum pernah bertemu, hehe..... lucu, ya? kami cuma komunikasi lewat email dalam bekerja-sama.

Bagaimanapun, sampai detik ini, saya masih tidak bisa mengerti alasan penolakan pemimpin rumah saya. Saya tidak ingin masalah ini tersebar, karena itu saya tidak pernah mendiskusikannya kepada orang lain - meminta pendapat untuk memperoleh jawaban teka-teki dalam hati saya. Apakah memang hanya karena "tidak ada waktu untuk entertaint?"

Akhirnya, saya putuskan untuk "Que sera, sera - what ever will be, will be - apa yang akan terjadi, terjadilah". Kita tidak harus selalu mempunyai jawaban atas pertanyaan yang muncul di dalam kehidupan kita. Biarkan itu menjadi misteri dan biar Allah sendiri yang tahu dan membentuknya menjadi kebaikan bagi semua. Saya ingat ada seorang teman yang bertanya padaku : "Apakah kau yakin bahwa Yesus telah bangkit? .... Bagaimana jika Ia tidak pernah bangkit seperti diceriterakan di Kitab Suci secara harafiah? ..." Supaya tidak menimbulkan kontroversi, saya tidak menulis jawaban saya di sini, saya cuma kembali pada pengalaman Agustinus muda ketika bertemu dengan seorang anak di pinggir laut yang mencoba mengisi cekokan kecil dengan air samudra. Satu hal perlu kita imani, bahwa kebaikan Allah melampaui segala misteri.

No comments:

Post a Comment