Monday, April 19, 2010
Mujijat itu ........
Hari ini ada satu post di Facebook mengenai mujijat yang diperoleh setelah doa Novena Salam Maria. Satu syering diperkuat oleh yang lain.
Saya ingat hari Jum'at Suci yl. saya mengunjungi Scala Santa (=Tangga Suci) untuk berdoa. Begitu banyak orang datang untuk berdoa, hingga harus antri panjang sekali. Beruntung saya datang agak pagi, antrian belum terlalu panjang. Itupun saya harus menunggu tak kurang dari 30 menit sebelum bisa menyentuh anak tangga yang pertama.
Scala Santa dipercaya sebagai tangga yang dilewati oleh Yesus ketika menghadap Pilatus. Ada 24 tangga marmer dengan beberapa bekas tetesan darah Yesus. Tangga marmer itu ditutup oleh tangga kayu. Jadi yang dilewati sekarang adalah tangga kayu yang sudah "halus" karena begitu banyak dilewati. Orang berdoa sambil memanjat tangga itu dengan lutut/ sambil berlutut. Orang percaya, banyak mujijat telah terjadi melalui doa di sana.
Saya sendiri? Terus terang saya pernah membawa intensi saya ke sana, dan memang intensi itu sudah terkabul, boleh dibilang mujijat. Saya percaya itu dari Allah, tapi apakah melalui Scala Santa? Rasanya saya juga berdoa di banyak tempat dan melalui perantaraan banyak orang kudus. Jadi .... gimana ya?
Saya termasuk suka berdoa di Scala Santa, beberapa kali saya ke sana, khususnya di saat menjelang Paska. Mengapa? Karena suasana di sana membantu saya untuk berdoa. Saya berdoa lebih khusuk. Saya lebih konsentrasi berdoa dengan "gesture" mendaki tangga sambil berlutut itu. Saya merasa lebih dekat dengan Allah khususnya Yesus, Sang Putra.
Selain Scala Santa, saya punya tempat favorit lain untuk datang berdoa dan "berbincang". Letaknya di bagian belakang kapel rumah kami, yakni di depan relik Santo Arnoldus, pendiri kongregasi kami. Saya banyak membawa keluhan dan intensi saya di sana, dan saya merasa banyak kali terbantu. Mujijat?????
Yang jelas, mujijat itu demikian banyaknya. Rasanya nilainya jadi terlalu "murah" kalau hanya terjadi karena saya berdoa atau datang ke suatu tempat tertentu, atau di hadapan patung/ gambar tertentu, atau berdoa dengan teks tertentu. Saya percaya, mujijat itu datang dari hati yang menangis dan berseru dalam iman. Iman juga yang membuat saya menyadari bahwa mujijat telah terjadi. Iman itu membuat saya selalu mempunyai harapan. Dan iman itu juga yang membuat saya merasa dicintai oleh Allah. Kalau mau tahu, mujijat apa yang saya rasa terbesar.... IMAN. "Bukankah suatu mujijat bahwa orang seperti saya bisa punya iman?"....
Akhirnya, saya bersyukur ada seorang Santo Arnoldus yang membantu saya untuk berada dalam iman saya. Saya juga bersyukur bahwa ada tempat-tempat yang membantu saya untuk membantu saya dalam hidup beriman saya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment