Saturday, October 30, 2010

Nilai ....



Kalau kita lihat gambar di atas, semuanya bertuliskan nilai yang sama. Yang paling atas itu keluaran tahun 1947. Mana yang lebih bernilai? Meskipun uang senilai 100 rupiah itu hampir tak berharga, namun yang keluaran sekarang tentu saja masih laku. Tapi di tahun 1947, dengan tulisan nilai yang sama itu, wuah .... hanya orang kaya yang bisa memilikinya..... Ya, jaman memang berubah. kalau kita ke pasar dan membayar dengan uang keluaran 1947 ya bisa dimaki-maki orang. Tapi kalau kita ke kolektor uang lama, bisa diganti uang baru bisa lebih dari seribu kali lipat .....

Beberapa waktu y.l.,karena satu dan lain urusan, saya absen di komunitas sekitar dua bulan. Itu berarti, saya absen duduk di kursi organis. Buku-buku yang biasa dipakai organis tentu saja saya tinggalkan di tempatnya, karena ada organis lain yang menggantikan saya.

Sekembali saya, saya kehilangan salah satu buku, buku yang sudah buruk rupa namun penuh catatan dan bahkan transpose lagu saya tempel di sana. Sebagai gantinya, sebuah buku dengan judul sama, namun baru, bagus dan bersih - termasuk bersih dari segala catatan/ coretan.

Tentu saja saya kecewa dan merasa kehilangan, apalagi sampai sekarang saya tidak tahu siapa yang "berbuat baik" itu, mengganti yang sudah kumal dengan yang gres.

Buku itu berharga buat saya, lebih berharga dari buku yang gres. Tapi, saya ingin jadi "kolektor kebaikan orang lain", maka saya ingin tahu siapa orang yang mengganti buku saya yang sudah kumal itu ..... untuk berterima-kasih sekaligus memberi-tahu bahwa kebaikan akan lebih memberikan manfaat riil kalau dikomunikasikan dengan baik. Sebagaimana Allah, sumber kebaikan, yang mengkomunikasikan kebaikannya begitu sempurna, sampai harus jadi manusia. Kalau kebaikan menimbulkan kejengkelan dan tantangan untuk menerima kenyataan, apalagi nambahin pekerjaan untuk membuat perbaikan-perbaikan .... ya ... gimana,yah? hehe..... menambah kebajikan, kalau sukses......

No comments:

Post a Comment