Saturday, August 2, 2008

dari yang "menarik" menuju yang "diperlukan"

Hari ini aku membaca berita tentang Obama, kandidat presiden AS, yang "meng-oposisi" pengesahan "permintaan maaf atas perbudakan" dan "program reparasi akibat perbudakan" - dari pemerintah AS yang jelas ditujukan kepada para African-American, kaum kulit hitam, yang adalah kaum Obama.
Obama menyatakan antara lain bahwa dengan program itu "mereka bisa mengatakan bahwa hutang kami lunas sudah" dan tidak akan ada upaya-upaya lain untuk meningkatkan taraf hidup kaum kulit berwarna di Amerika. Obama mengatakan bahwa lebih diperlukan program-program lebih mendasar misalnya dengan pemberian kesempatan (bebas biaya, tentunya) sekolah hingga universitas kepada semua golongan. Ini akan menolong kaum kulit berwarna, karena kebanyakan mereka kesulitan untuk bisa sekolah hingga tingkat universitas. Obama mengusulkan program yang mendasar, dan mengkritik program yang hanya sekedar "bagi-bagi uang". Mau tahu akibatnya? Banyak pemimpin kulit hitam yang tidak bisa menerima pendapat Obama. Obama mempertaruhkan "kursi"nya???

Beberapa hari yl., aku menulis tentang "karitas riil lebih diperlukan". Mungkin aku perlu meralat judul atau mengembangkannya di sini. Sesuatu yang kelihatan "ces-pleng" memang menarik. Karena itu banyak orang datang pada "doa penyembuhan" daripada "doa rosario di kring/ lingkungan". Kalau khotbah dan suara pastor agak datar dan rendah, umat pulang dengan kecewa.... "tidak ada rasanya ......" Yang "riil" memang menarik - lebih tepat kusebut "yang kelihatan riil" itu menarik.... tapi belum tentu yang paling diperlukan. Masalahnya, karena lebih menarik, maka "yang kelihatan riil" itu lebih LAKU. Contoh konkrit ya kenyataan dua blog yang kumiliki seperti kutulis itu.

Sekarang masalahnya, karitas yang mendasar seperti perubahan struktur sosial, memang DIPERLUKAN, dan itu RIIL. Tapi karena kebanyakan orang tidak bisa melihat ke-riil-annya, maka TIDAK POPULER. Aku tidak promosi si Obama, lho. Seorang pemimpin yang sejati adalah seorang yang berani mempertahankan keputusan yang benar - meski tidak populer. Dari segi itu ya sebagai pemimpin memang harus mempertahankannya. Tapi mempertahankan pendapat, bisa melengserkan seorang pemimpin - akibatnya apa yang benar itu jelas akan tamat riwayatnya.

Dari pengalamanku, di bidang bisnis, non bisnis hingga urusan dua blog-ku, kukira kesimpulan mengenai pemimpin sejati yang di atas perlu dilengkapi. Khususnya di jaman sekarang, di mana orang sulit dan tidak sabar untuk melihat lebih jauh dan dalam. Nah, bagaimana caranya sehingga bisa membawa orang dari "YANG TERLIHAT RIIL" menuju "YANG BENAR-BENAR RIIL". Atau dari "YANG MENARIK" menuju "YANG DIPERLUKAN".

Ada pepatah "lebih baik memberi kail daripada ikan". Tapi, masa kini perlu lebih : "BAGAIMANA MEMPENGARUHI ORANG UNTUK SENANG MEMANCING, LALU BERILAH KAIL". Ada berbagai cara untuk membuat orang senang memancing, salah satu mungkin saja dengan memberinya ikan .... bagaimana caranya memberi supaya membuatnya senang memancing? tergantung pada individu-nya. Repot, ya? Itulah tantangan.

No comments:

Post a Comment