Dua hari yang lalu, ada pertanyaan muncul dari blog "churchtechmatter.com". Penulisnya mendapat kesempatan untuk berbicara di depan umat dan pimpinan gerejanya, karena itu meminta pendapat "apa yang harus dikatakannya" mengenai "how to equip the church to effectively use technology to reach people for Christ". Saya memberi tiga hal pokok :
- "not to be afraid" (Yesus bilang, "jangan takut")
- "know more to love more" (bahasa Indonesianya: tak kenal maka tak sayang)
- Gunakan senjata yang sama yang digunakan setan untuk menarik manusia ke neraka, untuk membawa kepada Kerajaan Allah. Sarana itu netral.
Meskipun sudah sering saya jelaskan, banyak sesama saudari saya masih menanyakan dan bahkan "menghujat" email "invitation to joint ...." - yakni email ajakan untuk menjadi anggota salah satu social network seperti myspace, facebook dsb. Email itu seakan (sebenarnya memang) dikirim dari seorang teman. Celakanya, jika si penerima email mengontak teman itu dan menanyakannya, si teman menyatakan tak tau menahu. Maka si penerima email menghujat habis-habisan - mengatakan itu email berbahaya - spam, virus, dsb, dsb.....
Mengapa orang marah saat menerima email itu dan menuduh macam-macam? Mengapa banyak orang (banyak religius) menghakimi social network sebagai negatif?
Pertama, karena orang tidak tahu bahwa itu benar tanggung-jawab temannya, bukan hacker yang mencuri alamat emailnya (meski ada juga hacker sejenis ini) - sebaliknya, temannya juga tidak tahu kalau telah "menyerahkan" daftar isi address booknya kepada pihak lain.
Kedua, karena orang tidak tahu apa itu social network. Social network memang mempunyai dampak negatif, tapi berdasarkan yang saya ketahui, banyak pula segi positifnya. Pelajari betul-betul sebelum mendaftar, dan sadari apa yang anda klik. Kebanyakan saudari ketika saya tanya menjawab registrasi hanya "iseng" - dan memang tidak membuat follow up.
Ketiga, tidak sadar bahwa "sarana itu netral". Kenapa kita tidak bergabung untuk membuatnya menjadi positif? Ada banyak orang aktif di network itu, artinya betapa banyak kesempatan kita untuk mewartakan Kerajaan Allah.
PADA KENYATAANNYA, SI TEMAN MEMANG BERTANGGUNG-JAWAB ATAS EMAIL ITU.
Hanya saja, dia tidak sadar apa yang dia buat.
Saya sendiri sering menerima email invitation seperti itu, dan ketika saya kontak nama penanggung-jawab kebanyakan mereka menyatakan tak tau-menahu. Tapi ketika saya tanya lebih teliti, ternyata dia memang melakukan registrasi ke network ybs. Dalam proses registrasi, ada langkah optional (tidak keharusan) menanyakan email dan password untuk mengirim invitasi kepada semua yang terdaftar dalam address book di email itu. Di tahap ini, biasanya orang asal mengisi dan klik "ok" tanpa pikir panjang. Akibatnya ya seperti saya uraikan di atas.Hanya saja, dia tidak sadar apa yang dia buat.
Mengapa orang marah saat menerima email itu dan menuduh macam-macam? Mengapa banyak orang (banyak religius) menghakimi social network sebagai negatif?
Pertama, karena orang tidak tahu bahwa itu benar tanggung-jawab temannya, bukan hacker yang mencuri alamat emailnya (meski ada juga hacker sejenis ini) - sebaliknya, temannya juga tidak tahu kalau telah "menyerahkan" daftar isi address booknya kepada pihak lain.
Kedua, karena orang tidak tahu apa itu social network. Social network memang mempunyai dampak negatif, tapi berdasarkan yang saya ketahui, banyak pula segi positifnya. Pelajari betul-betul sebelum mendaftar, dan sadari apa yang anda klik. Kebanyakan saudari ketika saya tanya menjawab registrasi hanya "iseng" - dan memang tidak membuat follow up.
Ketiga, tidak sadar bahwa "sarana itu netral". Kenapa kita tidak bergabung untuk membuatnya menjadi positif? Ada banyak orang aktif di network itu, artinya betapa banyak kesempatan kita untuk mewartakan Kerajaan Allah.
No comments:
Post a Comment