
Kalau anda melihat gambar di atas, apa kesan anda? Kuat! Kekar! Megah! entah apa lagi.
Gambar di atas adalah gambar kolom-kolom di sekeliling St. Peter Square (lapangan basilika St. Petrus) di Vatikan.
Kemarin, ada kunjungan seorang uskup dari salah satu negara Amerika Latin di rumah kami. Wah, gegap gempita warga rumah menyiapkannya... Pemimpin rumah gelisah mati ketika yang bertugas di ruang tamu sedang keluar rumah.... dan dia memang tiba hanya sekitar sepuluh menit sebelum tamu "agung" tiba,... dengan tenang aja ....
Saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan pengumuman soal tamu tersebut, apalagi tidak disebutkan akan ada acara jumpa dengan komunitas. Sore hari ketika saya berjalan di kebun, dan persis mau memasuki pintu rumah, mobil kami masuk, di samping sang pengemudi, seorang pemimpin kami dan tamu pria layaknya seorang imam. Karena bersamaan, mau tak mau ya harus sebut welcome, kan? Tenang aja saya sebut "Welcome, Father", tetapi saudari pemimpin cepat menjelaskan bahwa beliau adalah uskup .... Saya jawab dengan senyum lebar, "Ow, how nice to see you ...." hehe, dalam hati saya bilang, uskup kan juga "father" - tidak perlu diralat, dong.
Singkat cerita, saya mau menekankan bagaimana isi rumah, khususnya beberapa warga, nampak sekali memberikan penghormatan khusus pada struktur. Beliaunya sih kelihatan sangat ramah dan sederhana, saya tidak tahu bagaimana rasanya dihormati seperti itu... apalagi ada yang agak membongkok-bongkokkan badan ... dia bukan orang Jawa, lho!
Pada akhir refleksi saya, saya teringat ada satu kisah di mana Santo Petrus dan Yesus jalan-jalan ke dunia dan mampir di Vatikan. Duduk di tangga di depan basilika, Yesus bertanya kepada Petrus: "e Simon, ngomong-ngomong apakah benar ini Gereja yang dulu kita bangun itu? Saya kok pangling (bhs. Jawa = tidak mengenali lagi)"
Semoga Dia tidak "pangling" ketika masuk ke kenisah dalam hati kita ... Amin!
Kemarin, ada kunjungan seorang uskup dari salah satu negara Amerika Latin di rumah kami. Wah, gegap gempita warga rumah menyiapkannya... Pemimpin rumah gelisah mati ketika yang bertugas di ruang tamu sedang keluar rumah.... dan dia memang tiba hanya sekitar sepuluh menit sebelum tamu "agung" tiba,... dengan tenang aja ....
Saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan pengumuman soal tamu tersebut, apalagi tidak disebutkan akan ada acara jumpa dengan komunitas. Sore hari ketika saya berjalan di kebun, dan persis mau memasuki pintu rumah, mobil kami masuk, di samping sang pengemudi, seorang pemimpin kami dan tamu pria layaknya seorang imam. Karena bersamaan, mau tak mau ya harus sebut welcome, kan? Tenang aja saya sebut "Welcome, Father", tetapi saudari pemimpin cepat menjelaskan bahwa beliau adalah uskup .... Saya jawab dengan senyum lebar, "Ow, how nice to see you ...." hehe, dalam hati saya bilang, uskup kan juga "father" - tidak perlu diralat, dong.
Singkat cerita, saya mau menekankan bagaimana isi rumah, khususnya beberapa warga, nampak sekali memberikan penghormatan khusus pada struktur. Beliaunya sih kelihatan sangat ramah dan sederhana, saya tidak tahu bagaimana rasanya dihormati seperti itu... apalagi ada yang agak membongkok-bongkokkan badan ... dia bukan orang Jawa, lho!
Pada akhir refleksi saya, saya teringat ada satu kisah di mana Santo Petrus dan Yesus jalan-jalan ke dunia dan mampir di Vatikan. Duduk di tangga di depan basilika, Yesus bertanya kepada Petrus: "e Simon, ngomong-ngomong apakah benar ini Gereja yang dulu kita bangun itu? Saya kok pangling (bhs. Jawa = tidak mengenali lagi)"
Semoga Dia tidak "pangling" ketika masuk ke kenisah dalam hati kita ... Amin!
No comments:
Post a Comment