Saya baru saja "join" twitter (www.twitter.com) dan mendapatkan link video youtube yang saya pasang di atas ini. Cobalah menonton video di atas sebelum melanjutkan membaca post saya ini.
Entah benar entah tidak angka-angka yang tertera di sana, sebenarnya hanya ada satu pesan utama, yakni "kita sedang berubah!".
Perubahan yang terjadi khususnya di bidang informasi dan teknologi adalah demikian cepatnya sehingga membuat kita tidak sadar lagi disposisi kita di saat ini, karena kita seakan "duduk sambil berjalan". Saya sendiri cukup kelabakan. Selama ini saya menghindar untuk tidak mau terlibat dengan social network dan sejenisnya. Tetapi semakin lama semakin tak mampu saya untuk bertahan di "luar gelanggang" sementara saya mempunyai tugas yang berkaitan dengan sistem informasi dan teknologi. Dua komputer dinas saya semakin penuh saja dengan berbagai program, yang mau tidak mau harus saya install.
Kesimpulan saya, kalau saya mau menjalankan tugas saya dengan baik di dunia "informasi dan teknologi", maka saya harus masuk ke dalam gelanggang dan ikut "main" di sana. Saya tidak bisa hanya menonton dan memberi komentar. Bahkan seorang komentator sepak-bola yang baik harus tahu bagaimana cara main sepak-bola - dan yang terbaik adalah seorang mantan pemain sepak-bola yang baik.
Sebaliknya, ada teman-teman yang sekedar iseng mendaftar sebagai anggota social network tanpa tahu untuk apa dan bagaimana harus berbuat. Akibatnya, mereka hanya memenuhi gelanggang dan kadang merepotkan karena tidak tahu "main". Contoh konkritnya, mereka menyebabkan tersebarnya "spam" berupa email undangan ikut menjadi anggota, tanpa mereka sadari.
Jadi, kalau mau main, masuklah gelanggang dan main dengan baik, supaya seluruh permainan jadi indah, menarik dan menyenangkan baik para pemain maupun penonton. Kalau nggak, ya jangan komentar apalagi yang negatif. Tapi soal teknologi dan informasi ...... rasanya kita semua tidak bisa lari dari kenyataan ini, kalau tidak mau tahu - dalam waktu singkat menjadi "primitif" - anda boleh bertanya (baca: berefleksi) pada diri anda masing-masing apakah bidang tugas anda tidak "terhambat" jika anda cukup "primitif". Atau anda belum tahu bahwa .............
Kesimpulan saya, kalau saya mau menjalankan tugas saya dengan baik di dunia "informasi dan teknologi", maka saya harus masuk ke dalam gelanggang dan ikut "main" di sana. Saya tidak bisa hanya menonton dan memberi komentar. Bahkan seorang komentator sepak-bola yang baik harus tahu bagaimana cara main sepak-bola - dan yang terbaik adalah seorang mantan pemain sepak-bola yang baik.
Sebaliknya, ada teman-teman yang sekedar iseng mendaftar sebagai anggota social network tanpa tahu untuk apa dan bagaimana harus berbuat. Akibatnya, mereka hanya memenuhi gelanggang dan kadang merepotkan karena tidak tahu "main". Contoh konkritnya, mereka menyebabkan tersebarnya "spam" berupa email undangan ikut menjadi anggota, tanpa mereka sadari.
Jadi, kalau mau main, masuklah gelanggang dan main dengan baik, supaya seluruh permainan jadi indah, menarik dan menyenangkan baik para pemain maupun penonton. Kalau nggak, ya jangan komentar apalagi yang negatif. Tapi soal teknologi dan informasi ...... rasanya kita semua tidak bisa lari dari kenyataan ini, kalau tidak mau tahu - dalam waktu singkat menjadi "primitif" - anda boleh bertanya (baca: berefleksi) pada diri anda masing-masing apakah bidang tugas anda tidak "terhambat" jika anda cukup "primitif". Atau anda belum tahu bahwa .............
No comments:
Post a Comment