Sunday, September 20, 2009
Apa yang kaukatakan?
Apa reaksi spontan anda melihat video clip di atas?
Ketika saya menunjukkan video tersebut kepada beberapa rekan, ada banyak variasi reaksi spontan mereka.Ada yang langsung tertawa, ada yang kaget sambil berseru "Oh, my God", ada yang senyum kecut menganggap pelecehan, dsb..........
Saya sendiri, ketika menemukan video tersebut dan menontonnya, langsung tertawa (sendirian, karena di kantor saya sendirian). Apapun motivasi pembuatnya, saya merasa sepotong ceritera itu bisa mengajak kita refleksi mengenai realitas masa kini.
Realitas dari sisi hidup religius, memang masih banyak peraturan yang sekedar mewarisinya dari generasi pendahulu - seringkali generasi jauh terdahulu. Di lain pihak, perkembangan teknologi membuat peraturan itu tidak relevan lagi, dan bisa menjadikannya obyek lawakan.
Video di atas mengkonfrontasikan peraturan "silentium" dengan pengertian "silentium" itu sendiri.Kalau peraturan "silentium" mengandung makna larangan membuka mulut untuk berbicara atau bersuara, maka peraturan itu tidak relevan lagi. Semua religius memang menolak pengertian ini, tetapi ada banyak hal yang analog.
Misalkan, di rumah kami hampir semua mempunyai (lebih tepat dikatakan, mendapat fasilitas) komputer tentu saja untuk pekerjaan kantor masing-masing. Di tiap komputer tersebut terpasang skype atau yang sejenisnya.Sistem informasi sudah sedemikian meluasnya dan begitu mudah digunakan. Masihkah relevan seandainya ada peraturan yang mengatakan "bila telpon interlokal, harus meminta ijin pemimpin".
Kita bisa diskusi panjang lebar soal video ini, dan sangat aktual jika anda berangkat dari reaksi spontan anda. Mau berbagikah?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment