Beberapa hari belakangan ini kami kedatangan satu kelompok dari 30 orang tinggal di rumah kami untuk ziarah di kota abadi Roma. Karena itulah saya tidak sempat posting, meskipun ada banyak hal bisa disyeringkan.
Satu pengalaman menarik, ketika saya diminta "membawa" satu kelompok untuk mengunjungi beberapa tempat ziarah dan turis. Koordinator memberi saya daftar tempat-tempat yang disarankan termasuk rute yang disarankan. Yang saya buat pertama-tama adalah mempelajari lokasi obyek-obyek kunjungan, biasa, lewat internet dengan google-map. Lalu, saya mulai membuat beberapa kemungkinan rute yang mudah (tidak banyak naik-turun bus) dan pendek - khususnya tidak terlalu banyak jalan kaki, mengingat kondisi para anggota kelompok. Satu pertimbangan penting lain adalah minat para anggota. Saya usahakan agar obyek yang paling diminati tidak sampai terlewatkan, maka obyek kurang diminati diusahakan di giliran akhir sehingga kalaupun terlalu lelah bisa diabaikan.
Setelah yakin dengan rute terbaik, sehari sebelum hari H saya mencoba rute tersebut. Meski saya sudah menyiapkan dan mempelajari denah sebaik-sebaiknya, saya sempat mengalami kebingungan dan salah jalan juga.
Alhasil, dengan persiapan cukup matang, saya membawa kelompok peziarah dengan baik. Semua berjalan mulus sesuai rencana.
Selewatnya, saya merenung-renung, sampai pada kesimpulan bahwa untuk "membawa" orang lain kita harus "menguasai" situasi bahkan "menjajaki" terlebih dahulu. Lalu, bagaimana dengan seorang imam yang tidak kawin bisa memberi kursus perkawinan? Bagaimana dengan seorang Manajer Pabrik yang sendirinya tidak bisa menjalankan mesin?
Saya ingat pada pengalaman-pengalaman pribadi saya. Pengalaman yang saya uraikan di atas, adalah pengalaman saya sebagai "leader". Pengalaman saya waktu saya bekerja sebagai Manajer Pabrik adalah pengalaman sebagai "manajer". Ketika saya lulus sekolah, saya pernah mengajar mata kuliah "Termodinamika" - saya mengajar cara menghitung-rancang mesin penukar panas. Saat itu saya menjadi "teacher". Akhirnya, beberapa bulan yl. saya memberi kursus singkat mengenai komputer. Saya mengajar berdasarkan pengalaman praktek yang saya lakukan berdasarkan teori-teori yang saya baca di buku maupun di internet. Di sini, saya boleh bilang saya mengajar sebagai "Master".
So, adalah suatu realitas bahwa masing-masing mempunyai tempatnya sendiri. Punya pendapat lain? boleh-boleh saja......
No comments:
Post a Comment