Tuesday, February 17, 2009

Kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak.


Unbelieveable, tidak dapat dipercaya, bahwa saya bisa menyanyi, demikian pendapat kebanyakan orang termasuk keluarga saya. Saya memang "dibentuk" tidak bisa menyanyi sejak kecil, dan unfortunately, diteruskan ketika saya memasuki hidup religius. Orang biasa menertawakan suara saya yang termasuk berat, dan saya biasa ditertawakan.
Ketika saya bermisi di Filipina, saya agak surprise ketika ada yang bilang suara saya bagus. Dan sekarang ini, di Roma, saya termasuk yang diandalkan soal tarik suara. KOK??

Kata pepatah, bisa karena biasa. Memang, banyak yang tidak bisa karena tidak biasa, meskipun ada juga yang memang benar-benar tidak bisa. Kepercayaan diri memang perlu, tapi kepercayaan diri berangkat dari kejujuran dan ketulusan sesama. Yesus berkata, "jika ya katakan ya jika tidak katakan tidak".

Saya tidak pe-de (percaya diri) soal menyanyi karena sejak awal saya "diyakinkan" bahwa saya tidak bisa menyanyi dan suara saya buruk. Bakat bisa dimatikan oleh lingkungan.

Sebaliknya, di dalam komunitas kami ada seorang saudara dari Amerika yang dengan bahasa Inggrisnya sangat kental, ia sangat kesulitan berbahasa Italia. Tapi dia sangat pe-de. Bahkan di hari pesta pun, dia berani membaca Kitab Suci dalam Misa Kudus. Nah, beberapa mulai komentar di belakang, bahwa mestinya dia memulai dengan bacaan yang sederhana di hari-hari biasa dahulu, karena bacaannya tidak dapat dimengerti sama sekali. Tapi di depan, mereka bilang, "hebat, kamu membaca bagus, Italiamu sekarang makin baik,ya". Yang ini, bukan mendukung tapi orang Jawa bilang "nyemplungke sumur" (memasukkan ke dalam sumur).

Saya katakan "kejujuran dan ketulusan", berarti jujur mengungkapkan tetapi juga dengan ketulusan demi kebaikan sesama - berarti mengungkapkan dengan kasih (cara yang tepat, saat yang tepat). Tidak gampang, perlu ada saling percaya - paradigma yang baik sebelum mengkomunikasikannya, terutama kalau mengungkapkan hal yang kurang menyenangkan. Ada banyak teori soal hal ini, dan saya tidak bermaksud membahasnya di sini.

Kalau anda menonton video klip di atas, itu adalah produksi saya. Saya menyanyi duet dengan satu saudari yang memang "bisa menyanyi". Saya menyanyikan ayat 2 dan di refrein, suara sopran. Saya juga yang memainkan gitar. Rekaman kami lakukan ala kadarnya, di ruang kantor saya, dengan komputer kerja saya. Hasilnya, menurut saya, ya tidak terlalu buruk, setidaknya, tidak merusak telinga anda, khan? Dan saya boleh bilang, sebenarnya saya bisa menyanyi, dan saya juga bisa main gitar. Setuju? hehe... meskipun agak terlambat take off. Next time better!

No comments:

Post a Comment