
Bacaan Kitab Suci : Gen 12,1-9; Ex. 3-4; 1Sam3; Is. 6,1-9; Jer.1,1-19; Acts 9,1-19; Mk 10,17-22; Lk1,26-38
Melihat pola "panggilan" dalam Kitab Suci:
Semua nabi selalu dipanggil oleh Allah. Mereka tidak pernah mengerti apakah makna panggilan itu. Abraham tidak mempertanyakan Allah. Panggilan adalah "Allah melalui yang dipanggil menuju kehendakNya".
Pusat dari panggilah adalah misi Allah, jadi adalah urusan Allah untuk mengevaluasinya, sukses atau gagal.
Ada 5 karakteristik panggilan dalam pola Biblis:
- Inisiatif Ilahi
- Janji Ilahi : "Aku akan menyertaimu"
- Tidak dimengerti (incomprehention)
- Jaminan Ilahi : bukan hanya sekedar janji
- Misi Ilahi
Pertanyaan refleksi :
- Apa yang kupelajari dari kisah-kisah di atas?
- Di manakah Allah dalam panggilanku?
- Apa rencana Allah bagiku?
- Aspek PERSONAL
- Aspek MISI
Adalah Allah yang memanggilmu untuk mengikutiNya, itu adalah unik dan pribadi, antara kau dan Allah.
Kita tidak tahu mengapa kita dipanggil, kecuali karena kemurahan tak berhingga dari Allah.
Jika kamu tahu "mengapa", maka kamu adalah master-nya, bukan Allah.
Panggilan adalah "rasa terusik", yakni terus menerus mempertanyakan Allah.
Para nabi pilihan Allah tak pernah hidup tenang, selalu "terusik".
Orang yang dipanggil Allah selalu dipojokkan, tapi dengan demikian dia memberi ruang bagi yang lain. Sebagai seorang religius, kita dipanggil untuk hidup tanpa "beban", sebagaimana seorang peziarah yang bebas dari bawaan-bawaan.
Jika kau tak pernah mengalami krisis dan kesulitan, kau harus berpikir serius tentang hidup religiusmu.
Aspek Misi :
Misi bukanlah pilihan kita, itu terjadi begitu saja. Misi bukan milik pribadi, melainkan urusan Allah.
Kesadaran bahwa misi adalah urusan Allah bisa membuat kita tidak bertanggung-jawab. Di sinilah peran doa dan refleksi. Tanpa doa, Allah tidak mempunyai tempat di dalam misi.
Dua kemungkinan bisa terjadi jika tak ada doa: pertama, "sangat serius" dan kedua "hidup vegetatif".
Ada panggilan dalam panggilan (vocation within vocation) : Kita perlu disermen panggilan dalam panggilanku, bagaimana aku menanggapi Allah melalui hidupku.
Beberapa pertanyaan refleksi:
- Apakah aku mengenali "inisiatif Ilahi" dalam panggilanku?
- Pernahkah aku menyadari bahwa hidup religiusku adalah suatu pemenuhan terus-menerus dari janji Ilahi?
- Apa hal-hal yang membuatku bertahan dalam hidup panggilanku?
- Apakah aku menyadari misiku sebagai suatu kelanjutan dari panggilan Allah padaku?
No comments:
Post a Comment