Friday, July 24, 2009

Hari 4 : Contemplation of Incarnation

Bahan Kitab Suci : LK.1:26-38;
Bahan kontemplasi : Ignatius Spirituality art. 101

Dalam kontemplasi tentang inkarnasi, kami menghabiskan hari bersama Bunda Maria.

Siapakah "orang miskin" (the poor) itu ?
Yesus mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan orang miskin. Dia juga memilih orang-orang miskin untuk menjadi muridnya. Kelompok lain dari orang miskin adalah para perempuan.
Injil Lukas menekankan kehadiran orang-orang miskin ini, khususnya perempuan. Salah satu dari orang miskin itu adalah Maria. Maria adalah salah satu orang percaya saat itu. Maria mempunyai tempat khusus dalam peristiwa Inkarnasi. Dia mempunyai peranan penting dalam hidup kita, dengan tanggapannya yang merupakan ketaatan istimewa.
Iman kita adalah : "Allah telah memberikan tempat khusus bagi Maria dan kita mengakui hal itu".
Maria merupakan model murid dan orang-percaya yang benar.

Kontemplasi "Maria mendapat Kabar Sukacita":

Allah mengirim malaikatnya mengandung makna bahwa inisiatif datang dari Allah. Penyelamatan adalah karya Allah, karunia Allah. Namun Allah tidak memaksa, Dia menghormati kebebasan kita.

Ke kota kecil di Galilea bernama Nasaret. Allah tidak mengirim ke kota yang besar seperti Roma, dan juga tidak kepada orang besar seperti Herodes.

Kepada seorang perawan bernama Maria. Keperawanan bermakna kesetiaan kepada Allah. Pada Perjanjian Lama, penyembahan Baal di"istilah"kan sebagai "perzinahan" yang berarti ketidak-setiaan.
Sebagai seorang perawan, dia tidak akan mendengarkan suara-suara lain melainkan malaikat Allah. Dia akan dibimbing oleh Allah. Di sini Maria menjadi model "kesiap-sediaan untuk dibimbing Allah" dan "mendengar hanya sabda Allah".

Sebagaimana para nabi sebelumnya, Maria juga menerima jaminan Allah : "Allah menyertaimu"

"Engkau akan mengandung .. "
Adalah suatu penghargaan untuk menjadi ibu Yesus, untuk menjadikannya warga dunia ini, menjadikannya salah satu anggota keluarga manusia.
Maria tidak hanya berhenti dengan mengandung dan melahirkan Yesus melainkan terus hadir dalam hidup Yesus. Maka sebagaimana Yesus hidup dan hadir di dunia ini, Maria juga terus hadir, sehingga dikatakan Gereja adalah simbol Maria.

"Dia akan disebut Putra Yang Mahatinggi"
Meskipun Maria mempunyai peran khusus, Yesus tetap adalah Putra Allah. Maria tidak akan pernah menggantikan posisi Allah.

"Saya adalah hamba Allah ...."
Maria menerima, tak tahu apa yang akan terjadi. Maka jika kita menerima panggilan kita, seharusnyalah kita seperti Maria. Jika saat-saat tak menyenangkan tiba, kita harus mengacu pada Maria.

Kemudian malaikat meninggalkan Maria.

Bahan refleksi :
  • Apakah tempat Maria di dalam hidupku?
  • Dapatkan saya menyadari pentingnya Maria secara teologis lebih dari praktek sentimental saja?
  • Dapatkan Maria menjadi suatu tantangan dalam hidup dan komitmenku?

No comments:

Post a Comment