
Bahan Kitab Suci : Lk.14, 25-35; Mk.1,16-20; Lk.8,22-25
Pemuridan menurut tradisi biblis:
PERJANJIAN LAMA:
Sebagaimana, misalnya Elisa kepada Elia.
Nabi sebagai Guru hanyalah seorang utusan, bukan "pusat". Hanya Allah yang adalah "pusat".
Mereka mengajar dengan memberikan instruksi/ hukum-hukum.
Seorang murid memilih gurunya, mengikuti guru pilihannya untuk kepentingan diri.
Para murid dari nabi maupun rabi (setelah jaman pembuangan) tidak "mengganggu" masyarakat/ lingkungan sekitarnya dan tidak perlu "berpihak" pada gurunya.
PERJANJIAN BARU:
Sequella Christi merupakan makna asli dari hidup monastik, yakni me"niru"kan bentuk hidup Yesus.
Tidak sebagaimana nabi/ rabi perjanjian lama, Yesus memilih muridnya. Yesus mengajar dengan hidup bersama mereka. Relasi itu demikian intimnya sehingga orang tidak dapat membedakan Yesus dengan murid-muridNya.
Perlu kemutlakan komitmen dari para murid Yesus, mereka harus siap untuk "berdiri di pihakNya" (stand by Him).
Ada tuntutan untuk mengikutiNya secara radikal, demi misi & visi Yesus.
Pertanyaan refleksi:
- Apakah "kemuridan" bagimu?
- Bagaimana saya memahami "kemuridan" dalam panggilan saya, teologis atau praktis?
- Dimana/dengan apa saya merasa ditantang?
- Apakah saya merasa cukup entusias dalam mengikuti Kristus setelah sekian tahun lewat?
- Bagaimana dapat kau jelaskan "biaya" kemuridan dalam hidupmu?
No comments:
Post a Comment