Kita tidak dapat menjadi seorang murid sejati tanpa mengenal guru kita secara benar. Maka, sebagai murid Kristus, kita harus mengenal Dia. Bukan hanya mengenal secara intelektual atau berdasarkan akumulasi pengetahuan dan ceritera yang pernah kita dengar dan pelajari, melainkan suatu pengetahuan spiritual.Bagaimana kita bisa mengenalNya? Apa pusat pesanNya? Kita dapat menemukanNya dalam Kitab Suci khususnya dalam Kitab Injil dan dalam tradisi Gereja.
Dalam Perjanjian Lama, Sabda Allah merupakan sarana utama dalam menemukan kehendak Allah, yakni dalam buku-buku Pentateuch, Nabim dan Ketubim.
Bagi orang Yahudi, Torah dalam Pentateuch sangat penting untuk mengetahui kehendak Allah. Sepuluh Perintah Allah menjadi penting karena mengungkapkan kehendak Allah. Jadi Kehendak Allah diungkapkan/ dinyatakan dalam Hukum.
Dalam Nebim, Sabda Allah terungkap dalam sabda para nabi. Jadi sabda para nabi merupakan kehendak Allah. Sedangkan dalam buku kebijaksanaan/ Ketubim, kehendak Allah dinyatakan dalam bentuk kebijaksanaan.
Dalam Perjanjian BAru, Sabda Allah menjadi daging melalui proses inkarnasi. Muncullah apa yang disebut "LOGOS".
Kitab Suci mengandung pesan-pesan Allah dalam Yesus Kristus melalui berbagai cara yang berbeda-beda. Dibutuhkan suatu kesabaran untuk mendapat pengetahuan dalam Injil, bukan sekedar mencari informasi.
Ke empat kitab Injil tidaklah identik. Tiap komunitas mempunyai kenangan tersendiri mengenai Yesus, tergantung situasi masing-masing. Maka jika kita membaca kitab Injil, kita harus mempunyai mentalitas "apa artinya bagiku/ bagi hidupku".
Membaca kitab Injil secara penuh perhatian dapat mengubah hidup, misalnya seperti Fransiskus Assisi.
Bahan refleksi :
- Bagaimana saya membaca Kitab Suci?
- Ingatlah kembali ayat-ayat yang memikatmu secara khusus.
No comments:
Post a Comment