Saturday, February 13, 2010

It's Snow!!


Saat ini saya mempunyai banyak hal untuk dikerjakan. Tetapi rasanya sayang jika tidak menggoreskan saat istimewa kemarin di blog ini.
Salju seakan bukan hal yang aneh di Eropa, namun di sini, di tengah kota Roma, sungguh suatu hal istimewa. Empat tahun di sini, boleh dikatakan tak pernah menikmati salju, yang pernah datang hanyalah "hujan es". Katanya sih, salju tebal pernah terjadi tahun enam-puluhan.
Buat saya, sangat istimewa, kalau tidak boleh dikatakan bak mujijat.

Kemarin pagi, hari Jum'at adalah hari tanpa doa pagi bersama, saya biasa tinggal di kamar lebih lama - termasuk lebih lambat membuka jendela kamar. Sekitar jam 8 ketika saya membuka jendela kamar saya, saya melihat hujan salju bak butiran (boleh disebut butiran?) kapas yang dilepas dari langit. Begitu lembutnya salju itu. Saya menikmatinya dari belakang jendela.Ada rasa suka-cita dan nyaman, suatu sapaan Allah, lewat butiran-butiran salju itu. Hujan salju itu tak terlalu lama, karena kemudian diiringi dengan gerimis yang seakan "menelan" butiran-butiran salju nan lembut itu. Sayapun bergegas ke kantor, seperti biasa, dengan komputer saya. Saya langsung membuka facebook dan menulis singkat "It's snow! For me it's an affirmation that the Lord would never forget His people.". Kemudian, sayapun bekerja seperti biasa.

Sekitar pukul sembilan, salju turun demikian derasnya. Kami serumah bergembira, tertawa, main di salju, foto dan sebagainya. Segala masalah terlupakan... Bahkan mereka yang biasa dengan salju (berasal dari tempat full salju seperti Polandia, Jerman, Austria dsb) juga ikut bergembira. Pekerjaanpun distop sejenak untuk bermain.

Tidak ada seorangpun yang mengira bahwa salju datang lagi dengan deras, bahkan hingga menumpuk cukup tebal. Saya tercengang....

Di pihak lain, jalan-jalan mulai macet. Kendaraan tidak berani mendaki jalan menanjak, dan pemiliknyapun harus jalan kaki.Juga beberapa line bus, terpaksa berhenti setengah jalan dan para penumpang berjalan-kaki meneruskan perjalanan. Telpon selular sempat macet. Beberapa sekolah menghentikan kegiatan belajar-mengajar. Ini semua karena penduduk Roma memang tidak siap menerima salju. Sehari sebelumnya, di radio sempat diramalkan bahwa akan ada salju. Tetapi, kebanyakan orang tidak percaya. Bahkan ketika salju tipis mulai berjatuhan, orang masih tidak percaya bahkan tidak berpikir bahwa akan datang salju setebal itu.

Meskipun ada beberapa kecemasan yang muncul, namun mau tak mau, kebanyakan orang saya jumpai menikmati kejutan hari itu dan menyimpulkannya dengan .... "oh, indahnya ...." dan "terima-kasih, Tuhan".

No comments:

Post a Comment