Ketika menulis artikel ini, saya bingung mau memberi judul apa. Akhirnya, saya beri judul "Judul". Karena, berkenaan dengan "judul" yang sering dipasang terhadap seseorang berdasarkan "hiasan sampul"nya. Supaya anda tidak bingung, baiklah saya mulai dengan video ini. Karena video ini tidak bisa di "embed" langsung dari youtube.com, terpaksa saya download dan kemudian upload di sini.
Ada inspirasi? Video di atas adalah cuplikan acara "British Talent 2009", yakni semacam kontes menyanyi di Inggris. Nah, kali ini ada kejutan besar. Seorang bernama Susan Boyle, usia 47 tahun (terlalu tua untuk kontes ini), wajah tergolong, maaf, tidak cantik, bahkan media menyebutnya frumpy (bahasa Jawanya, "klomprot") - membuat kejutan besar dengan suaranya yang luar biasa. Dialah yang ada di video di atas.
Susan tampil sederhana, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan juri dengan sederhana pula - dan ... jujur. Tampak para penonton agak mengejek, atau kita sebut "ngurak". Tetapi ketika dia mulai menyanyi, malaikatpun seakan melongo. Suaranya memang luar biasa.
Orang kemudian menghargai dia, menyanjung dia.Tapi toh masih ada yang sinis, mungkin karena iri???? Saya sendiri penasaran dan mencoba menelusuri riwayat hidupnya. Dia memang perempuan sederhana yang biasa menyanyi di paroki, anak bungsu yang tidak menikah dan tinggal dengan ibunya; tahun 2007 ibunya meninggal dunia dan membuat dia stress, putus asa dan merasa tidak perlu menyanyi lagi.
Jadi, dia waktu itu (di video) memang tampil apa adanya, tidak dibuat-buat atau mau tampil nyentrik supaya menarik. Apakah dia tidak sadar bahwa dia "tidak cantik" dan "terlalu tua" dan dilecehkan oleh penonton maupun juri? Saya pikir dia sadar sesadar-sadarnya. Lalu, apakah dia begitu yakin akan menang, sehingga tampil pe-de banget? Saya pikir tidak demikian, lihat saja reaksinya ketika mendengar pendapat para juri. Itulah yang saya katakan dia tampil apa adanya. Kalau dia tampil unik ya karena dia memang unik. Dia tidak mau didikte pendapat orang bahwa seorang penyanyi harus cantik dan kalau tidak cantik harus berbuat sesuatu supaya tampak cantik dan "wah".
Kita semua masing-masing unik, atau saya istilahkan "mempunyai judul masing-masing". Susan tampil dengan "judul asli"nya. Itu membuat dia asli, original. Kita sering menyesuaikan dengan orang lain atau media massa. Kita sering mengubah "judul" kita, atau berusaha "menyampul" diri kita sehingga tidak kelihatan aslinya lagi - supaya judul dan sampul kelihatan cocok. Cocok menurut siapa?????
Begitu dalam dan luas refleksi yang bisa kita buat dari peristiwa ini. Silakan syeringkan refleksi anda.
No comments:
Post a Comment