Thursday, January 14, 2010

BORN FREE


Akhir tahun yl. saya berlibur di tanah air dan berkesempatan mengunjungi "rekan-rekan" di taman safari, di Bali maupun di Jatim. Saya memuat sejumlah foto khusus keluarga singa dan macan dalam album foto google dan mengundang beberapa saudara untuk ikut menikmatinya. Saya memberi pesan "kita bisa belajar dari binatang buas untuk menjadi BORN FREE".

Menarik sekali beberapa komentar yang saya cuplik di sini :
  1. Nampak garang, keras dan menakutkan. Namun karena caramu mengambil fokusnya manis sehingga jadi nampak "elegan"nya, bersahabat bahkan menggemaskan... aku diteguhkan .....berani tetap berjuang menjadi diriku sendiri betapapun kelemahanku. Menjadi "free", bebas batin.
  2. Fotonya bagus2. Dan ga nyangka aku kalo Taman Safari di Prigen lumayan bagus. Kamerane berapa kali zoom?
  3. The meaning of born free from wild animal is that they can kill and eat each other!. If we are stronger, we are the winner for "BORN FREE"
  4. very, very interesting! How near were you? (cat: dia mengekspresikan ketakutan)
  5. You asked which are most interesting for me… well, besides .. in which you and the animal on your lap are “at home “ with one another, I like the LION and its “contemplative” look, always sensitive to what is going on around. These are all lessons to be born free. (cat: dalam album ada foto saya memangku anak singa)
Untuk melengkapi, saya muat di sini syair lagu BORN FREE yang juga merupakan salah satu lagu favourit saya :

Born free, as free as the wind blows
As free as the grass grows
Born free to follow your heart

Live free and beauty surrounds you
The world still astounds you
Each time you look at a star

Stay free where no walls divide you
You're free as the roaring tide
So there's no need to hide

Born free and life is worth living
But only worth living
'Cause you're born free

Stay free, where no walls divide you
You're free as the roaring tide
So there's no need to hide

Born free and life is worth living
But only worth living
'Cause you're born free

Tiap orang mempunyai latar-belakang masing-masing untuk "menangkap makna" dari setiap "hal fisik" yang "ditangkap" oleh inderanya. Jadi tidak ada refleksi yang salah. Sikap tidak akan memangsa jika dia sudah kenyang, dan tidak menyerang kalau tidak merasa terancam, adalah salah satu kekaguman saya kepada kaum binatang buas yang fotonya manis di atas itu.

Berkenaan dengan mangsa-memangsa, saya tertarik pada situasi di negara tercinta yang sedang tuntut-menuntut, curiga-mencurigai dan sejenisnya. Benar salah makin "abu-abu". Suara yang diteriakkan oleh rakyat bukan lagi "suara rakyat" karena kemiskinan, uang dan politik. Rasanya kok lebih parah daripada di hutan. Lebih mirip di koloseum pada jaman kaisar Nero dulu, di mana manusia diadu dengan singa lapar. (Singa perlu dibuat lapar untuk mau memangsa!! dan manusia sengaja membuat singa lapar untuk memangsa manusia lain!! Gile nggak!!)

Di dunia global, saya tertarik pada "perang dingin" pemerintah Cina melawan raksasa Google. Google tidak mau mematuhi pemerintah Cina untuk menyaring sajiannya dalam internet karena dianggapnya sudah keterlaluan ... Pada mulanya sih Google masih taat, dan Google punya cabang/ kantor di Cina......
Saya tertarik untuk mengamati perbandingan kekuatan mereka. Data publik google menyebut angka 1,325,639,982 untuk populasi Cina di tahun 2008 dan pengguna internet adalah 22,5% atau sekitar 298,268,996 orang.
Sedangkan kekuatan google, khususnya untuk Google Search Engine nya, tiap hari ada 100,000,000 kunjungan dari seluruh dunia. Populasi di dunia, 6,692,030,277 dan pengguna internet adalah 21.3% atau sekitar 1,425,402,449. Jadi market internet dari Cina adalah sekitar 20,9%
Kita lihat deh, bagaimana hasil "peperangan" ini. Mereka berperang ala hewan buas yang lapar, ataukah berdasarkan "Common Good".

No comments:

Post a Comment