Saya sendiri beberapa hari ini terkesan dengan angka statistik penggunaan media internet dan jejaring sosial di Indonesia. Berikut saya post statistik pengguna facebook di dunia :

Coba bayangkan, menurut data di atas, per Desember 2009, Indonesia menduduki ranking ke4 pengguna facebook terbanyak. Pada September 2009, Indonesia masih menduduki ranking ke 7. Per 2009, Indonesia merupakan negara tercepat dalam penambahan pengguna facebook. (Data dari nickburner.com)
Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang tak kurang dari 220 juta, maka distribusi facebook mencapai sekitar 6 persen. Luar biasa, kan?!!! Dan itu akan berkembang terus.
Untuk media jejaring sosial lain yang boleh dibilang terpopuler, yakni Tweeter, statistik(sysomos.com) menunjukkan jumlah pemakai Indonesia menduduki ranking ke 4 se dunia. Per-juni 2009, Indonesia masih menduduki ranking ke 17. Betapa pesat peningkatannya.
Demikian besar kekuatan media maya di negara kita, sampai-sampai muncul "Republik Tweeter Indonesia"....Apa isi isyu di media jejaring sosial itu? Macam-macamlah. Misalnya saja, kisah-cerita meninggalnya mbah Surip bisa mengalahkan popularitas kisah-cerita meninggalnya Michael Jackson yang waktu kejadiannya hanya selisih satu minggu. Bahkan nama mbah Surippun segera mendunia!
Lalu apa hubungan data-data ini dengan alinea pembukaan posting saya mengenai dorongan Bapak Suci di atas? Saya ingin mengajak anda sejenak berefleksi, kalau anda merasa bertanggung-jawab atas evangelisasi, trus apa "mimpi" anda? Tentu saja berkaitan dengan "barang-barang" sejenis facebook dan tweeter, yang disebut "media maya" itu.
Tak perlu saya berkomentar atau memberi kuliah, cuman saran deh, ..... paling tidak mbok ya mencoba untuk tahu apa itu facebook, tweeter dan sejenisnya ........ itu barang-barang netral kok, ndak beracun kalau nggak dituangi racun, bahkan bisa menjadi manis kalau dituangi madu .....
Sebagai tambahan, saya sudah melihat banyak tarekat mulai memanfaatkan tweeter dan facebook (bahkan Vatican sendiri), cuman banyak juga di antaranya yang kurang konsisten. Mungkin dukungan juga kurang konsisten...
No comments:
Post a Comment