Tuesday, October 7, 2008

"Change" or "Update" or "Upgrade" ??

Sekarang dunia sedang ramai-ramainya menyambut pemilihan Presiden AS Satu kandidat yang terus menerus naik daun, Obama, menggunakan slogan "Change We Can Believe In". Dan banyak orang muda pendukungnya menyerukan "Hope on Obama for Change". Ada kehausan untuk suatu perubahan, suatu tanda kebosanan dari yang ada. Anehnya, kok bisa sampai bosan?
Perubahan memang penting. Kalau kurva pengembangan sudah mulai mendatar, perlu ada gerakan berani yang disebut "juvenation". Orang statistik bisa memperkirakan perkembangan grafik di masa mendatang, berdasarkan data masa lalu. Itu kalau normal-normal aja - disebut ekstrapolasi. Pola "juvenation" ada di luar perhitungan statistik, biasanya di luar perhitungan situasi dan orang normal. Perlu ada orang ekstranormal (yang ilmiahnya disebut Change Agent) untuk bergerak keluar dari jalur ekstrapolasi. Kalau nasib baik, orang ekstranormal ini menjadi hero, tapi kalau nasib tidak baik alias jalur ekstrapolasi terlalu kuat dan ruthless, terjadilah apa yang dalam terjemahan "tidak tepat" nya disebut "wadal".
Di sini saya tidak mau meramal apakah Obama memang si ekstranormal ataukah si hero ataukah si wadal.

Pagi ini saya membaca artikel berita bahwa Adobe telah mengeluarkan produk edisi barunya yakni serial CS4. Dua tahun lalu, saya baru saja menginstal CS3 di komputer saya dan sampai sekarang saya masih belum menguasai seluruh perubahan dari CS2 ke CS3.
Dan malam ini, saya menemukan berita lain bahwa Microsoft mengeluarkan produk edisi barunya dari .NET dan VB 2008. Selain itu, sudah dicanangkan bahwa edisi lebih baru berlabel "2010" - biasanya akan keluar sebelum 2010.
Para pengguna memang cukup pontang-panting menyesuaikan diri dengan software yang berubah begitu cepat. Berdasarkan poll yang ada, 67 persen dari 1276 responden (termasuk saya) menyatakan bahwa Microsoft terlalu cepat membuat perubahan.
Kondisi perkembangan teknologi khususnya komputer dan informasi memang melesat seperti pesawat jet, kurva nya tajam ke atas. Ini bikin nafas ngos-ngosan untuk pendakinya. Ada yang bilang jangan mengikutinya. Tetapi begitu pendakinya duduk beristirahat, "titik sekarang" sudah makin jauh ke atas - bisa-bisa tidak mampu mengejar lagi. Belum lagi biaya untuk beli barang-barang versi baru itu.
Kembali ke kurva statistik, kalau dilakukan ekstrapolasi, maka garis ekstrapolasi itu juga garis curam ke atas. Itu tidak bisa disebut perubahan lagi. Kalau berani jadi "ekstranormal", cobalah untuk bikin kurva yang lebih landai.

Salah satu perusahaan yang mencoba bergaya ekstranormal dalam bidang teknologi adalah Nikon. Ketika - perusahan-perusahan lain berlomba menciptakan kamera digital SLR dengan mengubah teknik pemasangan lensa di badan kamera, sehingga kamera baru harus membeli lensa baru; Nikon tetap mempertahankan prinsip kamera baru harus bisa memakai lensa lama. Lama Nikon bergelut dengan prinsip itu, sampai akhirnya Nikonpun melakukan perubahan. Apakah Nikon telah melakukan kesalahan dan sekarang memperbaikinya? Saya rasa tidak, Nikon mengubah karena sekarang saatnya berubah - saat melahirkan teknologi yang sama sekali baru, bukan sekedar update atau upgrade tapi memang "change".

Jadi apa yang mau saya katakan di sini? "Change" itu perlu. "Change" selalu radikal bukan sekedar berubah. Perubahan terus menerus bukan lagi "Change" melainkan "Changing", membuat ngos-ngosan. Kalau tidak hati-hati, tanpa perhitungan, atau seringkali juga karena kurang pengalaman - bahkan melakukan pembenaran dengan alasan "anti status quo", atau menjalankan pola "misionaris yang tidak punya tempat meletakkan kepala", orang bisa terperosok pada "Changing". Kita bisa melihat perbedaannya secara jelas dari "buah"nya.

No comments:

Post a Comment