Saturday, July 12, 2008

BBC oh BBC

Sejak sekitar seminggu yl. seluruh komputer di rumah kami (ada sekitar 40 komputer dalam network) tidak dapat mengakses BBC. Reaksi pertama para user, menyalahkan sistem komputer. Ternyata, komputer oke-oke saja dengan website lain. So, mereka bisa terima bahwa problem bukan pada sistem di rumah. Saya berusaha meyakinkan bahwa masalah ini "out of my control". Tetapi, mereka bisa tidak tinggal diam. Mendengar bahwa orang lain bisa mengakses BBC, mereka mulai bersuara lagi... makin yakin bahwa BBC tidak bermasalah, bahkan BBC tidak mungkin bermasalah, wong BBC itu institusi gede ....
Pada kenyataannya, problem memang di luar network kami. Semua orang (di luar rumah kami) yang saya ajak diskusi bisa menerima itu dan menduga kesalahan pada ISP, paling mungkin masalah DNS. Saya sendiri masih agak ragu, karena kalau berusaha akses dengan no IP nya BBC, saya bisa akses tapi amat sangat lambat dan tanpa gambar maupun video. Karena itulah saya tidak langsung mencoba solusi OpenDNS sebagaimana diusulkan beberapa orang di forum. Saya mau menunggu orang lain mencoba dulu, karena kami menggunakan server proxy - cukup repot untuk konfigurasi.
Desakan orang-orang (sebenarnya sih tidak semua) serumah memang membuat stress. Saya cuma bisa berdoa. Lucu, ya, saya minta St. Arnoldus Janssen untuk membantu.
Saya sudah memutuskan untuk mencoba OpenDNS jika sampai Senin tidak ada titik terang, ketika pagi ini saya mendapat kabar bahwa komputer sudah bisa mengakses BBC.
Mereka memberi selamat dan acungan jempol padaku, aku cuma senyum kecut sambil jawab "berterima-kasihlah pada Allah dan St. Arnold".
Pengalaman seperti ini saya sebut pengalaman holistik, yakni menyangkut pengalaman teknis dan pengalaman iman.
Pengalaman iman, saya agak komplain pada Allah dan kurang sedikit mau mengundurkan diri dari tugas karena merasa lelah berjuang sendiri. Tidak ada satupun teman untuk diskusi, diajak omong soal teknis aja tidak ada yang bisa mengerti. Syukur kalau ada telinga yang masih mau buka, kebanyakan mereka tutup telinga karena terlalu complicated buat mereka. Untuk ini saya sih bisa mengerti. Temanku hanyalah Allahku. Dan Allah itu teknisi juga lho... hehehe....
Pengalaman teknis, saya terpaksa mengikuti perkembangan teknologi, dengan tersaruk-saruk, maklum usia sudah tidak muda lagi untuk mengikuti perkembangan teknik informasi yang melesat melebihi pesawat jet. Karena alasan ini saya juga hampir mau mengundurkan diri. Saya di sini harus menguasai terlalu banyak jenis, meliputi web design, video/audio, graphic and text, hardware and operating system, semua deh.... tanpa ada yang bisa mengerti .....
Orang bilang saya genius, tapi saya pikir saya bukan genius, .... kalau boleh ge-er, saya sedikit "sakti" ... artinya ... doaku didengar oleh Allahku dan Dia menjawabnya.....
Mengapa saya bisa "sakti"? Bukan karena saya banyak berdoa, saleh, kudus dsb.dsb. ....
Semua orang dipanggil untuk jadi "sakti". Doaku didengar karena hanya kepadaNya aku meminta, bergantung, ...... pasrah deh .... habis sudah tidak ada yang bisa digantungi ....hehehe.. iman terpaksa????

No comments:

Post a Comment