Wednesday, July 2, 2008

Yesus Tamu Hatiku

Hari-hari ini, rumah kami kedatangan banyak tamu untuk ziarah kota Roma.
Buat kami wong cilik, ya ada repotnya, ada pula senangnya. Senang kan, ketemu dan kenal banyak orang? Di samping itu, bolehlah kami ikut menikmati "fasilitas tamu".
Beberapa hal menjadi "lebih", seperti makanan, perlengkapan- perlengkapan harian .... yang banyak orang menyebut "lahiriah dan jasmaniah" sehingga tabu untuk mengungkapkan opini di depan umum.

Muncul pertanyaan dalam hatiku. Kok aneh ya, kepada tamu kita berikan yang terbaik sedangkan kepada saudara serumah kita bilang "mau ya ini, ndak mau ya udah - cari sendiri, syukur-syukur sudah gue sediain". Padahal mestinya saudara serumah lebih kita cintai, dan kepada yang lebih kita cintai (mestinya) kita beri yang lebih baik. Apa hipotesa ini salah?

Apapun penjelasan dan uraian serta refleksi tentang hipotesa di atas, saya teringat ada lagu berjudul "Yesus tamu hatiku", melodinya udah lupa.
Kok Yesus dibilang tamu? Sekarang kutahu jawabnya berdasarkan spiritualitas yang baru saja kutemukan, yakni "Spiritualitas tamu". Give the best to the guest, give the rest to the rest..... Untuk ini, biarlah semua orang lain menjadi "tamu" dan aku sendiri menjadi "the rest". Insya Allah!!

No comments:

Post a Comment