Seperti pernah kutulis, aku menjadi salah satu webmaster kongregasi besar dengan sekian ribu anggota, sekian puluh negara. Dengan berpeluh keringat mengemis kesana-kemari, aku bisa mengisi websiteku. Karena pengetahuanku yang cumpon tentang kongregasiku, aku isi sebisanya, biasanya lebih banyak gambar tanpa kata. Wong ndak tau ya mana bisa beri kata-kata. Biar kayak tebak terka sedikit lah, yang penting warna-warni sehingga menarik dilihat.
Kenyataannya memang cukup banyak yang memberi masukan positif. Meski ya ada juga yang negatif.
Yang menarik, mereka senang memperoleh data, berita atau gambar/ video dsb dari website itu, tapi dari mereka tidak ada satupun yang mengirim sepotong gambar kecilpun tentang misi mereka. (karena aku selalu membalas masukan mereka dengan permohonan kontribusi).
Syukur memang ada juga yang murah hati mau membantu.
Kebanyakan kontribusi saya terima secara tidak langsung sebagai "reward" karena saya sudah membantu mereka.
Website ini adalah wadah untuk saling berbagi, tapi kebanyakan lebih suka menerima. Bahkan setelah menerima, masih tidak mau berbagi. Kalaupun akhirnya memberi, bukan karena mau berbagi, tapi karena "sungkan" sudah menerima pertolongan kok dimintai tidak mau memberi. Ini ya memang cuma kesimpulanku lho, atas kebanyakan orang - bukan semua.
Ada interpretasi bahwa Yesus bukannya memperbanyak roti melainkan "menganimasi" mereka sehingga mereka mau berbagi. Kiranya lebih cocok, karena Yesus sudah "menolong" mereka, maka ketika para murid mengitarkan keranjang, orang-orang menaruh roti ke dalam keranjang itu - untuk kemudian dibagi-bagi kepada yang tidak mempunyai. Sungkan, toh!
Karena itu, kesimpulan terakhirku, kita perlu berbuat banyak menolong orang lain dengan apa yang kita punya, supaya mereka sungkan dan memberi reward berupa apa yang aku tidak punya - untuk kemudian aku bisa bagikan untuk orang lain. Ini namanya give - take and give.
No comments:
Post a Comment