Friday, July 4, 2008

Nasi bungkus buat tamu-tamu

Hari ini para tamu kami akan pergi berziarah ke tempat agak jauh. Maka mereka makan pagi cepat-cepat dan menyiapkan bekal untuk makan siang nanti. Sekeranjang buah, roti, jajan dan daging (untuk teman makan roti) sudah tersedia. Masing-masing menyiapkan untuk diri sendiri, sesuai porsi dan selera sendiri. Saya kenal satu tamu yang saya tahu benar tidak akan cukup dengan satu roti bundar, maka sebagai hostess yang baik saya menawarkan untuk ambil satu lagi. Dia bilang, "aku malu, tolong dong ambil buat aku". Maka akupun dengan senang hati mengiyakan. Tapi, agak kaget ketika kulihat keranjang roti sudah kosong, jajan ludes, daging tinggal beberapa potong, sedangkan masih cukup banyak yang belum mendapat.....

Demikianlah kisah, suatu hari Yesus mempunyai banyak tamu, dan dia bilang kepada para muridnya, "kita harus menyiapkan makan untuk mereka". Para muridpun membuka laptopnya, melihat di database berapa jumlah tamu yang mendaftar, lalu melapor pada guru mereka, "5000 orang". Guru berkata, baiklah kusiapkan sepuluh ribu nasi bungkus supaya mereka berkelimpahan. Tapi si murid menyahut, "jangan, guru, nanti terbuang percuma. Lima ribu lima ratus saja sudah lebih dari cukup. Kami tidak punya lemari es untuk menyimpannya." Murid lain menentang, "siapkan sepuluh ribu, kan malu kalau kurang". Dan merekapun mulai bertengkar. Akhirnya Yesus berkata, "sudah, sudah, ndak usah rame-rame. Wong barang gampang gitu aja lho. Ini kubuat tujuh ribu lima ratus, kalau kurang sms saja ke hp ku". Sesudah menyiapkan nasi bungkus itu, Yesus ke hall lain untuk menerima tamu yang lain, rupanya beliau sedang sangat sibuk.
Para murid meletakkan bungkusan-bungkusan nasi dalam keranjang di beberapa sudut tempat para tamu berkumpul lalu mengumumkan bahwa para tamu bisa mengambil makan sendiri-sendiri. Maklum sudah lewat tengah hari, perut sudah keroncongan, merekapun menyerbu nasi istimewa itu. Habis ludes, sementara beberapa orang longak-longok kehabisan.
Merekapun mulai bertanya satu sama lain,... habis? wah, belum kebagian, nih.... kok nyediainnya kurang? Kamu ndak ndaftar ngkali.... dsb. ... dsb. ... Apapun dan bagaimanapun, keranjang tetap kosong. Kecewa, ada yang berbagi satu sama lain, ada yang pergi cari warung (yang punya duit).
Sementara itu, para murid sedang sibuk menyiapkan pertemuan dengan kelompok lain. Ketika mereka tiba, keranjang kosong, para tamu sudah bubar. Merekapun sms ke hp Yesus, "beres, Guru, semua nasi habis, pas deh ....."
Seekor kucing duduk mlongo meong-meong ..."aku gak kumanan mas!"......

No comments:

Post a Comment